TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (29/1/2026) pukul 17.48 WITA.
Sementara kejadian awal diperkirakan terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulteng, pergeseran tanah diduga dipicu aktivitas lima unit alat berat jenis excavator yang sedang melakukan proses loading.
Baca juga: Forkopimda Sulteng Perkuat Satgas untuk Awasi Aktivitas Pertambangan di Poboya
Aktivitas ini menimbulkan getaran kuat membuat warga setempat panik.
Getaran kembali dirasakan keesokan harinya menjelang malam, disertai tanda-tanda pergeseran tanah.
“Akibat kejadian tersebut, sebanyak 94 kamar kos terdampak dan 288 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini,” berdasarkan rilis BPBD Sulteng.
BPBD Kabupaten Morowali bersama BPBD Provinsi Sulteng telah melakukan langkah awal berupa assessment lapangan dan koordinasi lintas sektor untuk penanganan darurat.
Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan para pengungsi meliputi hunian sementara dan dukungan logistik, sementara kondisi tanah di lokasi kejadian masih terus bergeser secara perlahan.
Baca juga: TAYANG Februari! Ini Sinopsis Film AIU EO Macam Betool Aja, Misi Rahasia Gagalkan Pernikahan
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan hingga situasi benar-benar aman.(*)
( TribunBreakingNews )