SRIPOKU.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi bertemu dengan Suderajat, penjual es gabus yang sempat viral usai dituduh berdagang menggunakan bahan spons.
Momen pertemuan tersebut diunggah Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya dedimulyadi71 pada Jumat (30/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Kang Dedi Sempat gebrak meja lantaran merasa telah dibohongi oleh Suderajat si penjual es gabus.
Kebohongan itu mengenai rumah yang dihuni Suderajat. Sebelumnya Suderajat rumah yang dihuninya status ngontrak, tapi faktanya rumah tersebut adalah rumah warisan keluarga.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi diketahui telah memberikan bantuan uang tunai kepada Suderajat.
Bantuan tersebut diberikan setelah Suderajat mengaku tinggal di rumah kontrakan dan mengalami kesulitan ekonomi pasca peristiwa viral yang menimpanya.
Namun, dalam pertemuan terbaru terungkap bahwa Suderajat sebenarnya tidak tinggal di rumah kontrakan, melainkan menempati rumah milik sendiri.
Fakta ini kemudian menjadi perhatian publik dan memicu beragam tanggapan di media sosial.
Meski demikian, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya kejujuran dalam menyampaikan kondisi diri, terutama saat menerima bantuan sosial dari berbagai pihak.
Dalam keterangan postingannya, Kang Dedi memberikan capiton Aduh !!! Ternyata Babeh Ajat penjual es tidak pernah ngontrak, tapi menempati rumah sendiri. Saya tidak bermaksud menguliti dan mempermalukan tapi ada mentalitas yang harus diubah. Awas loh beh, banyak bohong itu banyak sial.
Penjual es gabus bernama Sudrajat kembali menjadi sorotan publik setelah sebelumnya viral akibat dugaan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat.
Pasca peristiwa tersebut, Sudrajat diketahui menerima berbagai bentuk bantuan dari masyarakat, mulai dari uang tunai, sembako, hingga sebuah sepeda motor.
Namun, perhatian publik kembali tertuju pada Sudrajat usai tayangan video pertemuannya dengan Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) diunggah melalui kanal YouTube KDM pada Rabu (28/1/2026).
Dalam video tersebut, terekam perbincangan antara KDM dan Sudrajat yang memunculkan perdebatan di kalangan warganet.
Dalam percakapan tersebut, Sudrajat mengaku sudah tidak berjualan selama empat hari akibat insiden viral yang menimpanya.
Ia juga menyampaikan keluhannya terkait tunggakan biaya sekolah anaknya yang disebut mencapai Rp1,5 juta selama empat bulan.
Namun, pernyataan tersebut langsung diragukan oleh KDM.
Menurutnya, sekolah negeri seharusnya tidak memungut biaya sebesar itu. KDM bahkan menyatakan akan mengecek langsung pihak sekolah untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Setelah didesak, Sudrajat akhirnya mengubah pengakuannya dan menyebut bahwa tunggakan biaya sekolah hanya satu bulan.
Hal tersebut membuat KDM menegur Sudrajat dan membatalkan rencananya untuk memberikan bantuan uang secara langsung.
“Kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau tidak jujur, nanti hidupnya akan banyak kesusahan,” ujar KDM dalam video tersebut.
Cuplikan percakapan itu memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagian menilai Sudrajat tidak sepenuhnya jujur dan dianggap memanfaatkan empati publik.
Namun, pihak lain membela dengan menyebut faktor usia dapat memengaruhi cara Sudrajat berkomunikasi sehingga wajar terjadi ketidakkonsistenan dalam penyampaian cerita.
Hingga kini, perdebatan di media sosial masih berlangsung, dengan masing-masing pihak menyampaikan pandangan terkait peristiwa tersebut.