Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Upaya menyelamatkan ekosistem mangrove dari ancaman sampah kiriman dilakukan ribuan warga Kota Palu melalui aksi gotong royong membersihkan pesisir Pantai Dupa Indah, Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Palu Utara, Jumat (30/1/2026).
Sebanyak 3.500 warga dari berbagai unsur lintas instansi terlibat dalam kegiatan pra-event Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kota Palu Tahun 2026 yang mengusung tema “Save Our Mangrove from Trash”.
Baca juga: 70 Armada Dikerahkan, Sampah di Pesisir Pantai Dupa Palu Diprediksi Capai 100 Ton
Pantauan TribunPalu.com di lokasi, peserta menyisir sepanjang pesisir pantai sekitar 1,2 kilometer untuk memungut sampah yang didominasi plastik serta potongan kayu yang tersangkut di kawasan mangrove.
Sekretaris DLH Palu, Ibnu Mundzir, mengatakan sebagian besar sampah yang menumpuk merupakan sampah kiriman dari aliran sungai dan arus laut Selat Makassar, terutama saat memasuki musim barat.
“Kalau kita lambat membersihkan, mangrove kita bisa terancam. Mangrove ini sensitif terhadap sampah karena aliran oksigennya bisa terhambat dan menyebabkan kematian,” ujarnya.
Baca juga: Kronologi Penggagalan 2.865 Burung asal Donggala, Dicegat Petugas Saat Turun dari Kapal
Untuk mendukung proses pembersihan, Pemerintah Kota Palu mengerahkan sekitar 70 unit armada pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna.
Volume sampah yang terangkat diperkirakan bisa mencapai hampir 100 ton jika seluruh armada terisi penuh.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menegaskan kegiatan ini tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan pesisir.
“Kita berharap bukan hanya karena Hari Peduli Sampah Nasional saja, tapi setiap minggu dan setiap waktu kita terus membersihkan dan menjaga lingkungan kita,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak duduk bersama mencari solusi agar sampah kiriman tidak kembali menumpuk di kawasan mangrove.
“Harus ada solusi bersama dengan DLH Palu dan pegiat lingkungan, supaya saat ada sampah kiriman tidak sampai masuk ke sini,” tambah Imelda.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Jumat 30 Januari 2026, Emas Antam Anjlok ke Rp 3,12 Juta Per Gram
Ke depan, DLH Palu akan melakukan evaluasi dengan melibatkan pemerintah provinsi serta pihak kampus guna merumuskan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pemasangan penahan sampah di kawasan teluk.
(*)