TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Penataan kabel fiber optik (FO) di Kota Kediri terus digencarkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Program ini diarahkan untuk menata infrastruktur jaringan di ruang jalan agar lebih rapi, sekaligus merespons keluhan warga terkait kabel yang dinilai semrawut.
Kegiatan penertiban kabel tersebut dilakukan rutin pada hari kerja.
Petugas PUPR turun langsung ke lapangan bersama teknisi dari sejumlah perusahaan penyedia jaringan untuk melakukan perapian dan penyesuaian instalasi.
Titik penataan tidak ditetapkan secara permanen.
Lokasi dipilih berdasarkan hasil pemantauan kondisi lapangan, terutama di ruas jalan dengan kabel yang menumpuk atau tidak tertata.
Salah satu ruas yang saat ini menjadi fokus penataan ialah Jalan Veteran.
Sebelumnya, pekerjaan serupa juga dilakukan di Jalan Letjen Suprapto sebagai bagian dari penataan bertahap di berbagai wilayah kota.
Jabatan Fungsional Ahli Muda Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Kediri, Sunarto, menjelaskan penataan dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi kabel di ruang jalan tetap terkendali.
"Penataan ini kami lakukan setiap hari, Senin sampai Jumat. Tidak ditentukan titik tertentu, tetapi di ruas jalan yang dinilai kabelnya semrawut dan perlu ditata," kata Sunarto, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Badas Kediri, Pikap Senggolan Mobil lalu Tabrak Truk Fuso
Menurut data PUPR, ada sekitar 24 provider yang beroperasi di Kota Kediri. Namun, baru 17 di antaranya yang telah mengantongi rekomendasi atau izin resmi.
Di lapangan, jumlah jaringan yang terpasang bisa melampaui data administrasi. Hal itu terlihat dari banyaknya kabel yang ditemukan di satu titik lokasi.
"Di lapangan jumlah kabelnya bisa mencapai sekitar 40 jaringan. Ini menunjukkan masih ada provider yang belum bergabung dalam kegiatan perapian," jelasnya.
PUPR juga membuka kesempatan bagi provider yang belum terdata untuk ikut serta dalam penataan.
"Kami persilakan provider yang merasa memiliki jaringan di ruang jalan Kota Kediri dan belum bergabung untuk melapor ke Dinas PUPR. Nanti penataannya akan kami lakukan bersama," terang Sunarto.
Selain kabel, penataan tiang jaringan juga dilakukan dengan pembatasan maksimal empat tiang di satu titik.
"Ke depan, jika di satu titik terdapat lebih dari empat tiang, akan kami kurangi secara bertahap. Targetnya satu titik cukup empat tiang," ujarnya.
Program ini diharapkan membuat tata kota lebih rapi sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik