Dirjenbun RI dan SGN Gandeng Polda Jatim Dorong Langkah Percepatan CPCL 2026
January 30, 2026 12:05 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA  – Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Abdul Roni Angkat didampingi manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan pertemuan dengan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Nanang Avianto di Surabaya. 

Pertemuan itu memperkuat koordinasi lintas sektor terkait akselerasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) Tahun 2026 guna mendukung percepatan program Swasembada Gula Nasional.

"Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari langkah strategis PT SGN dalam memastikan kelancaran pelaksanaan program pengembangan areal tebu, sekaligus pengamanan proses pendataan dan penetapan CPCL di wilayah Jatimyang menjadi salah satu sentra utama produksi gula nasional," kata Abdul Roni, dalam keterangannya yang diterima SURYA.co.id, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Dirjenbun dan Dirut SGN Koordinasi dengan Gubernur Jatim Dorong Percepatan Bongkar Ratoon 2026

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Ditjenbun, PT SGN dan Polda Jawa Timur membahas penguatan sinergi khususnya dalam aspek pengawasan, mitigasi potensi konflik lahan, serta dukungan keamanan terhadap pelaksanaan program CPCL agar berjalan transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sukseskan Agenda Strategis Nasional

Abdul Roni menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam menyukseskan agenda strategis nasional di sektor pergulaan. 

“Program akselerasi CPCL Tahun 2026 merupakan bagian integral dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam komoditas strategis gula.  Untuk itu, diperlukan dukungan dan sinergi lintas sektor, termasuk dengan Polda Jawa Timur, agar seluruh tahapan program dapat berjalan efektif, akuntabel, serta memberikan kepastian bagi petani dan pemangku kepentingan lainnya,” ungkapnya.

Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menyampaikan koordinasi ini bertujuan menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri gula nasional. 

“Percepatan CPCL 2026 bukan hanya persoalan administrasi dan teknis, tetapi juga membutuhkan jaminan keamanan di tingkat tapak. Kepastian keamanan sangat penting agar proses pendataan, penetapan lahan, hingga aktivitas persiapan tanam dapat berjalan tanpa hambatan,” tambah Yunianta.

Sinergi yang Solid

Polda Jawa Timur menyambut baik kunjungan dan koordinasi tersebut serta menyatakan komitmennya untuk mendukung program strategis nasional, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pembangunan sektor pertanian.

Melalui sinergi yang solid antara PT SGN dan Polda Jawa Timur, akselerasi CPCL 2026 diharapkan dapat berjalan optimal dan berkontribusi nyata dalam mendukung percepatan terwujudnya Swasembada Gula Nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.