Alasan Polisi Selidiki Penyebab Pasti Kematian Lula Lahfah Meski Keluarga tak Lapor 'Zat Kimia'
January 30, 2026 12:48 PM

SRIPOKU.COM - Penyelidikan terkait penyebab kematian Lula Lahfah tetap dilakukan oleh kepolisian meski pihak keluarga tidak membuat laporan resmi.

Langkah ini diambil menyusul adanya isu yang berkembang di masyarakat mengenai ditemukannya zat tertentu yang diduga berbahaya dan berpotensi mengandung narkoba.

Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum sekaligus purnawirawan jenderal bintang satu Polri, Brigjen Pol (Purn) Siswandi, menegaskan bahwa langkah kepolisian sudah sesuai dengan tugas dan kewenangannya sebagai aparat penegak hukum.

Menurut Siswandi, meskipun seseorang telah meninggal dunia, penyebab kematiannya tetap harus diungkap secara jelas oleh polisi.

Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah kematian disebabkan oleh konsumsi obat resep dokter, penyakit tertentu, atau justru akibat zat kimia lain yang diduga mengandung unsur narkotika.

Atas dasar itulah, polisi memeriksa sejumlah pihak yang berada di lingkaran terdekat almarhum.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjawab isu yang beredar mengenai dugaan zat mematikan tersebut.

“Masalah utamanya ada pada isu yang berkembang di masyarakat, yakni dugaan bahwa zat tersebut merupakan narkoba yang bersifat mematikan.

Hal ini harus dijelaskan secara terang. Karena itu, manajer, tunangan, serta saksi-saksi lainnya dipanggil untuk dimintai keterangan. Polisi ingin memastikan apakah ini kematian alami, akibat penyakit sebelumnya, atau disebabkan faktor lain,” jelas Siswandi.

Mantan Kapolres Cirebon Kota itu juga mengungkapkan bahwa Lula sempat menjalani perawatan medis sebelum meninggal dunia.

Ia menyebut almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah dan mengembuskan napas terakhir di rumah atau apartemennya.

Meski demikian, fokus utama penyelidikan saat ini tetap pada zat yang ditemukan.

Siswandi menilai, kejelasan mengenai zat tersebut seharusnya disampaikan oleh lembaga berwenang agar tidak memicu spekulasi publik.

Ia menyebut peran Balai POM, Kementerian Kesehatan, serta Humas BNN sangat dibutuhkan untuk menjelaskan apakah zat itu termasuk dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, bagaimana klasifikasinya, serta dampak yang ditimbulkan.

Dengan penjelasan yang komprehensif, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dalam mengonsumsi obat atau zat tertentu.

Jika penyebab kematian sudah dipastikan berasal dari zat yang ditemukan, maka proses hukum terkait sebab kematian dapat dianggap selesai dan dilanjutkan dengan penelusuran jalur peredarannya.

Lebih lanjut, Siswandi menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya berhenti pada penyebab kematian, tetapi juga mencakup asal-usul zat yang dikonsumsi almarhum.

“Pertanyaan berikutnya adalah dari mana zat atau obat itu diperoleh. Bisa jadi manajer mengetahui, atau teman-teman dekat, bahkan tunangannya. Semua itu sedang didalami oleh penyidik,” ujarnya.

Ia pun meminta masyarakat agar tidak menyalahkan langkah aparat penegak hukum.

Menurutnya, meskipun almarhum telah dimakamkan, penyelidikan tetap harus berjalan demi memastikan penyebab kematian secara pasti dan menghindari spekulasi.

Siswandi menutup dengan menegaskan bahwa laporan bukan satu-satunya dasar bagi polisi untuk bertindak.

Tanpa adanya laporan sekalipun, aparat tetap memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian secara hukum.

SEBELUM LULA MENINGGAL - Asisten rumah tangga (ART) sempat mendengar influencer Lula Lahfah mengerang kesakitan di kamar apartemen, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026) pukul 02.00 WIB.
SEBELUM LULA MENINGGAL - Asisten rumah tangga (ART) sempat mendengar influencer Lula Lahfah mengerang kesakitan di kamar apartemen, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026) pukul 02.00 WIB. (Kolase/Instagram @lulalahfah)

Baca juga: Reza Arap Akhirnya Jujur Ungkap Kondisi Mental pasca Ditinggal Lula Lahfah Selamanya, Akui Hancur

Permintaan Maaf Reza

Sebelumnya Reza Arap menyampaikan permohonan maaf kepada tunangannya, Lula Lahfah, setelah ditinggal sang kekasih. 

Permintaan maaf tersebut disampaikan Arap melalui unggahan di media sosial pribadinya.

Dalam unggahannya, Reza Arap mengungkapkan kekhawatirannya apabila suatu saat ia tidak mampu lagi mengendalikan emosi.

Apalagi saat ini, ia membutuhkan waktu untuk mencerna nasibnya pasca ditinggal Lula selamanya.

“Syg... maafin aku kalau dalam grief phase aku, suatu saat aku yakin tunangan kamu ini akan hilang kontrol untuk memperbaiki nama kamu dan semuanya, yang sudah bertahun-tahun kamu tau kalau aku sudah menahan diri. begitupun kamu yang menahan aku. waktu kamu masih ada. ily,” tulis Arap.

Reza Arap juga menegaskan bahwa dirinya akan terus berusaha menahan diri sekuat mungkin, meski tengah berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil.

Namun demikian, bintang film Kupu-kupu Kertas tersebut mengakui bahwa pikirannya kini tidak lagi jernih sejak kehilangan sosok Lula Lahfah.

“I have no logic anymore syg. Maafin aku,” tulisnya.

Unggahan tersebut pun menuai perhatian publik dan mendapat beragam respons dari warganet.

Banyak warganet yang turut menyampaikan dukungan serta doa bagi Reza Arap agar diberi kekuatan dalam menghadapi masa berduka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.