Jalur Pengalihan di Teluk Waru Berlumpur, Pengendara Kesulitan Melintas
January 30, 2026 12:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kerusakan parah terjadi di ruas jalan lintas Bula–Airnanang, tepatnya di kawasan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). 

Kondisi jalan berlumpur dan licin tersebut dipicu oleh pengalihan arus lalu lintas ke jalur darurat, menyusul masih berlangsungnya pengerjaan jembatan di ruas jalan utama.

Jalan yang difungsikan sementara sebagai akses alternatif itu kini berubah menjadi lintasan berlumpur dan licin, menyulitkan setiap kendaraan yang melintas.

Baca juga: 1.749 PPPK Paruh Waktu Berdiri Saat Penyerahan SK, Ini Penjelasan BKPSDM

Baca juga: DPRD SBT Tegaskan 94 Pekerja Karlez Wajib Dipertahankan, Pengambilalihan Saham Tak Boleh Picu PHK

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi Jumat (30/1/2026), ruas jalan tersebut tampak dipenuhi tanah liat basah dengan genangan air di sejumlah titik.

Permukaan jalan yang tidak rata membuat kendaraan mudah tergelincir, terutama di bagian tanjakan dan tikungan.

Beberapa pengendara sepeda motor terlihat harus turun dan menuntun kendaraannya agar tidak jatuh.

Bahkan, ada yang terpaksa dibantu warga sekitar untuk mendorong motor melewati kubangan lumpur.

Mobil penumpang pun mengalami kesulitan serupa, lantaran ban kendaraan terlihat diselimuti lumpur tebal sehingga laju kendaraan tersendat.

Pengemudi harus ekstra hati-hati memilih jalur yang sedikit lebih keras di sisi jalan.

“Kalau hujan, jalan ini seperti bubur. Susah sekali dilewati,” ujar Imam Rumakat salah satu pengendara kepada Tribunambon.com.

Menurutnya, meski hanya bersifat sementara, jalur pengalihan tersebut harus lebih diperhatikan, terlebih pasca hujan deras. 

Pasalnya , saat musim hujan, kondisi jalan semakin parah dan sulit dilalui lantaran ditutupi lumpur.

“Memang ada pengerjaan jembatan, jadi untuk sementara kami lewat disini saja, tapi kalau bisa harus di siram dengan pasir atau kerikil untuk tutupi lumpur yang ada saat ini, kalau tidak jadinya seperti ini,” jelasnya.

Mewakili pengendara lain, dirinya berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius terhadap jalur pengalihan sekaligus mempercepat penyelesaian pengerjaan jembatan agar akses utama kembali difungsikan.

“Selama masih ada pengerjaan di jalan utama, jalur ini harus lebih dirawat lagi, karena terbukti barusan ada pedagang sayur yang jatuh,” pungkasnya.

Hingga kini, warga masih harus berjibaku dengan kondisi jalan berlumpur tersebut setiap kali melintas di kawasan Teluk Waru.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.