TRIBUNWOW.COM - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk akan tampil di playoff babak 16 besar Liga Eropa atau Europa League musim 2025/2026.
Calvin Verdonk bersama LOSC Lille menempati peringkat ke-18 dengan memiliki 12 poin, hasil dari 4 menang dan 4 kalah.
Pada pertandingan terakhir, LOSC Lille meraih kemenangan atas Freiburg dengan skor 1-0.
Gol kemenangan LOSC Lille dicetak oleh Olivier Giroud melalui penalti di penghujung laga.
Pertandingan playoff akan berlangsung pada 19-26 Februari 2026 mendatang.
Klub Calvin Verdonk itu bakal berhadapan dengan lawan yang tak mudah seperti Red Star Belgrade atau Celta Vigo.
Baca juga: Dean James Gugur, Calvin Verdonk Bawa LOSC Lille ke Playoff 16 Besar Liga Europa 2025/2026
Baca juga: Daftar 8 Tim Lolos 16 Besar Liga Europa 2025/2026: Aston Villa, AS Roma dan Real Betis Unggulan
Sedangkan rekan Calvin Verdonk di Timnas Indonesia seperti Dean James yang bermain untuk Go Ahead Eagles lebih dulu tersingkir dari kejuaraan setelah hanya mampu mengemas 7 poin.
Sementara Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes yang baru didatangkan di Ajax Amsterdam mengalami nasib yang lebih pahit.
Belum sempat bermain, timnya sudah harus tersingkir dari kompetisi setelah hnaya finish di peringkat ke-32.
Sosok Calvin Verdonk
Calvin Verdonk merupakan pemain kelahiran Dordrecht, Belanda pada 26 April 1997 yang juga berdarah Indonesia.
Dirinya tercatat mendapat kewarganegaraan Indonesia pada 4 Juni 2024 lewat jalur keturunan Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Meulaboh, Aceh.
Hal tersebut menjadi keuntungan bagi sang pemain yang akhirnya bisa debut bersama Timnas Indonesia pada 11 Juni 2024 saat masih di bawah asuhan Pelatih Shin Tae-yong.
Debutnya berlangsung kala melawan Timnas Filipina dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dan berhasil membawa skuad Garuda menang 2-0.
Terhitung ia diturunkan dalam 11 laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, sementara hanya mangkir satu kali karena cedera leher saat melawan Arab Saudi.
Sebelum memperkuat Timnas Indonesia, Verdonk lebih dulu membela Timnas Belanda sejak di lini U15 pada 2012 hingga di U21 pada 2017.
Adapun capaian tertinggi yang pernah ia raih di Timnas Belanda kala dipercaya bermain dalam gelaran UEFA U19 Euro 2016 meski saat itu harus menyudahi permainan di partai penentuan tempat ke-5.
Di sisi lain, kariernya di klub dimulai bersama sejumlah klub pemuda asal Negeri Kincir Angin seperti Amstelwijk, Wirldrecht, dan Feyenoord pada 2013.
Di awal kariernya, ia paling moncer kala bermain untuk Feyenoord U17 dengan berhasil merengkuh juara Dutch U17 Champion musim 2014.
Performanya yang meyakinkan itu akhirnya turut membawa sang pemain diundang ke lini senior mereka dan terbukti mampu membawa Feyenoord menggondol dua kali juara, yakni Dutch Cup musim 15/16 dan Dutch Super Cup musim 19.
Pemain dengan tinggi 174 cm itu mencicipi transfer luar negeri pertamanya bersama klub asal Portugal, Famalico pada 2020.
Baca juga: Cetak 6 Gol Lawan Sriwijaya FC, Eks Bomber PSM Makassar Melesat di Daftar Top Skor Liga 2
Setelahnya, ia dipinjamkan kembali di klub Belanda, NEC Nijmegen dan justru lebih banyak dipercaya di sana.
Total selama enam musim di sana dirinya sukses mengemas 165 laga dengan capaian 8 gol dan 9 asis selama 12.899 menit bermain.
Adapun jumlah tersebut sejauh ini masih menjadi total pertandingan terbanyak yang ia lakoni untuk klub.
Sementara di musim ini ia bermain untuk klub asal Prancis, LOSC Lille sejak didatangkan pada 1 September 2025.
Di musim ini dirinya sudah menuntaskan 14 pertandingan dengan berhasil mencetak 1 asis selama 801 menit bermain.
Kini, nilai pasar sang pemain mencapai Rp52,14 miliar dan merupakan jumlah tertinggi yang pernah ia kantongi di sepanjang kariernya.
Profil Calvin Verdonk
Nama lengkap: Calvin Ronald Verdonk
Tempat lahir: Dordrecht, Belanda
Tinggi badan: 1,74 m
Kewarganegaraan: Indonesia
Posisi: Bek kiri
Kaki dominan: Kiri
Agen pemain: Muy Manero
Klub saat ini: LOSC Lille
Bergabung: 1 September 2025
Kontrak hingga: 30 Juni 2028
Statistik Berdasarkan Klub
NEC Nijmegen: 165 pertandingan, 8 gol, 9 asis, dan 12.923 menit bermain
Feyenoord Rotterdam U21: 33 pertandingan, 2 gol, 0 asis, dan 2.894 menit bermain
FC Twente Enschede: 24 pertandingan, 1 gol, 2 asis, dan 2.070 menit bermain
Feyenoord Rotterdam U19: 24 pertandingan, 2 gol, 1 asis, dan 2.007 menit bermain
Feyenoord Rotterdam: 19 pertandingan, 1 gol, 2 asis, dan 1.574 menit bermain
PEC Zwolle: 19 pertandingan, 0 gol, 1 asis, dan 1.511 menit bermain
FC Famalicão: 15 pertandingan, 0 gol, 1 asis, dan 616 menit bermain
LOSC Lille: 14 pertandingan, 0 gol, 1 asis, dan 802 menit bermain
PEC Zwolle U21: 5 pertandingan, 0 gol, 0 asis, dan 450 menit bermain
FC Twente Enschede U21: 1 pertandingan, 0 gol, 0 asis, dan 90 menit bermain
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Airlangga/Afifah Alfina)