SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kabar mengejutkan datang dari industri pasar modal Indonesia. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun SURYA.co.id, keputusan besar ini diambil, menyusul gejolak pasar yang luar biasa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan anjlok parah selama dua hari berturut-turut, hingga memicu pembekuan sementara perdagangan (trading halt).
Kondisi pasar modal Indonesia dalam sepekan terakhir memang terpantau sangat fluktuatif.
Berikut adalah catatan peristiwa sebelum mundurnya Iman Rachman:
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa trading halt merupakan mekanisme pengamanan pasar. Tujuannya untuk memastikan perdagangan tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien sesuai peraturan bursa.
Meski pasar mulai stabil di akhir pekan, Iman Rachman tetap memutuskan untuk mundur. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab profesional atas volatilitas ekstrem yang terjadi dalam dua hari sebelumnya.
Manajemen BEI menegaskan, bahwa seluruh proses pascapengunduran diri akan dijalankan sesuai tata kelola perusahaan (GCG) dan ketentuan yang berlaku. Transisi kepemimpinan diharapkan tetap menjaga kepercayaan investor di tengah situasi ini.
Iman Rachman sejatinya tengah memasuki tahun terakhir masa jabatannya untuk periode 2022–2026.
Selama memimpin, ia dinilai berperan krusial dalam menjaga stabilitas pasar saham nasional di tengah tekanan ekonomi global awal 2026.
Beberapa pencapaian penting selama kepemimpinannya meliputi:
Sebelum menakhodai BEI, sosok yang sarat pengalaman di industri keuangan ini pernah menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero).