TRIBUNJAMBI.COM, Mendalo,- Universitas Jambi (UNJA) menggelar Sidang Pleno Senat Universitas, Kamis (29/1/2026), dengan agenda persetujuan pembentukan tiga program studi sarjana baru, yakni Program Studi Hubungan Internasional (HI), Sosiologi, dan Ilmu Komunikasi pada Fakultas Hukum Universitas Jambi.
Sidang dipimpin oleh Ketua Senat UNJA, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E. M.A., dan dihadiri oleh Sekretaris Senat, Prof. Dr. Ir. Adriani, M.Si., pimpinan universitas, guru besar, anggota senat, Dekan Fakultas Hukum, Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) beserta jajarannya.
“Kita bertemu lagi dalam rangka sidang senat untuk pertimbangan pendirian program studi Hubungan Internasional, Sosiologi, dan Ilmu Komunikasi. Semoga dapat berjalan dengan baik, dan niat baik kita ini bisa disetujui oleh Kementerian,” ucap Prof. Syamsurijal Tan saat membuka sidang pleno.
Dalam sidang pleno ini, Senat Universitas memberikan pertimbangan akademik secara menyeluruh terhadap usulan pendirian ketiga program studi tersebut.
Sebelumnya, naskah akademik dari masing-masing prodi telah dikaji dan ditelaah secara mendalam oleh Komisi Akademik Senat UNJA, sehingga agenda hari ini merupakan tahapan lanjutan berupa pembahasan pertimbangan secara lengkap.
Dekan Fakultas Hukum UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H., menjelaskan bahwa capaian akreditasi Unggul pada Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik menjadi dasar penting dalam perencanaan pendirian fakultas.
Baca juga: Warga Jambi Kesulitan Dapat Tabung Gas 3Kg, Di Warung Dibanderol Rp35.000
Baca juga: Remaja 18 Tahun di Jambi Tak Ingin Lagi Jadi Polwan setelah Diperkosa 2 Oknum Polisi
“Pada tahun 2025 kedua prodi ini, Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik, Alhamdulillah sudah mendapatkan peringkat akreditasi LAMSPAK dengan status Unggul, dan ini menunjukkan bahwa kedua prodi tersebut sangat layak.
Untuk persiapan menjadi fakultas, tentu tidak bisa hanya dengan dua program studi, sehingga diperlukan pengembangan menjadi lima prodi, termasuk pengajuan tiga prodi baru S1 yaitu Sosiologi, Hubungan Internasional, dan Ilmu Komunikasi,” ujar Dr. Hartati.
Pendirian tiga program studi ini juga menjadi bagian dari rencana strategis UNJA untuk pengembangan kelembagaan. Ke depan, ditargetkan pada tahun 2028 JISIP yang saat ini bergabung dengan Fakultas Hukum dapat kembali berdiri sendiri sebagai Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNJA.
Sidang Pleno Senat UNJA menyetujui pendirian tiga program studi baru tersebut dengan sejumlah catatan perbaikan, khususnya pada Program Studi Ilmu Komunikasi.
Selanjutnya, setelah dilakukan penyempurnaan sesuai rekomendasi Senat, usulan pendirian ketiga program studi akan diajukan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperoleh persetujuan.
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi