BANGKAPOS.COM, BANGKA — Pemerintah Kabupaten Bangka telah menyiapkan lahan seluas 8 hektar untuk mendukung program pembangunan sekolah rakyat dari pemerintah pusat.
Lahan tersebut berada di Lingkungan Rambak, Kecamatan Sungailiat. Pembangunan sekolah rakyat dapat dilakukan melalui dua skema, yakni menggunakan bangunan yang sudah ada dan memadai atau skema pembangunan baru.
Kendati demikian, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangka, Baharudin Bafa mengatakan bahwa skema untuk menggunakan bangunan lama berupa aset Pemda sudah ditutup pada Juli 2025 lalu.
“Awalnya kita sudah menyiapkan aset Pemda di gedung Diklat yang ada di kantor Dinsos itu,” kata Baharudin Bafa, Jumat (30/1/2026).
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa untuk skema pembangunan baru, pihaknya sudah mengajukan proposal ke kementerian pada November 2025 lalu.
“Tahap sekarang ini prosesnya mau dilakukan survei lapangan oleh kementerian. Yang bangunnya Kementerian PUPR, jadi Kementerian PUPR melalui satgas nanti akan survei lokasi,” jelasnya.
Dia menyebut, lahan 8 hektar yang merupakan aset Pemda Bangka tersebut sudah disiapkan serta sudah clear & clean.
Dipilihnya lahan di Lingkungan Rambak lantaran memang dianggap memungkinkan secara lokasi.
Selain di Lingkungan Rambak tersebut, sebelumnya ada opsi lahan lain yang menjadi pilihan, yakni lahan di belakang GOR Sang Depati di Surya Timur.
“Secara luasan sebenarnya cukup, tapi kondisi lahannya itu bekas tambang, jadi tidak memungkinan. Makanya kita pilih lahan yang di rambak,” jelasnya.
Survei lokasi oleh Kementerian PUPR tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi, untuk tahun 2026 ini total akan ada sebanyak 100 sekolah rakyat yang dibangun di seluruh Indonesia.
“Apakah itu termasuk kita, tergantung kediapan daerah. Mudah-mudah itu termasuk Kabupaten Bangka,” ujarnya.
Adapun kesiapan yang dimaksud yakni seperti lahan yang kesiapan lahan, lahan yang bersertifikat, naskah hibah serta data calon murid sekolah rakyat yang diambil dari DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).
Baharudin Bafa menyebut, total ada ribuan siswa di Kabupaten Bangka yang nantinya bakal menjadi murid di sekolah rakyat tersebut untuk semua jenjang sekolah (SD, SMP dan SMA). Mereka adalah anak-anak yang terdata pada desil 1-5 di DTSEN.
“Kalau sudah dibangun (sekolah rakyat-red), nanti itu sistem sekolahnya boarding school, jadi siswa itu diinapkan di sana. Fasilitasnya nanti lengkap, ada sarana olahraga, laboratorium, asrama, sarana ibadah, kantor, ruang guru dan tempat tinggal pengajar,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)