Fenomena MJO Meningkatkan Potensi Hujan di Kalteng, Potensi Lahan Terbakar Menurun
January 30, 2026 03:06 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, memprediksi curah hujan di Kalteng meningkat selama beberapa hari ke depan, salah satunya karena pengaruh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO).

MJO merupakan suatu gelombang atau osilasi non seasonal terjadi di lapisan troposfer bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari.

Fenomena ini sangat berdampak terhadap kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Lian Andrian mengatakan, MJO aktif secara spasial di wilayah Kalteng, berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. 

"Diprakirakan pada 30 Januari 2026 sampai 1 Februari 2026, potensi hujan sudah mulai tinggi di wilayah Kalteng," ujar Lian, Jumat (30/1/2026).

Selain itu, kata Lian, daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut.

"Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng," ucapnya.

Ia menjelaskan, menurunnya curah hujan di Kalteng minggu lalu, karena pengaruh adanya siklon tropis di sekitar wilayah perairan Filipina dan terdapat bibit siklon yang berada di sekitar perairan sebelah Utara Australia, membuat massa udara sebagian besar bergerak atau tertarik mendekati siklon tropis dan bibit siklon tersebut, sehingga wilayah Kalteng, minim hujan.

Untuk saat ini, lanjut Lian, terpantau tidak ada siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Baca juga: Prediksi Cuaca BMKG, 27 Januari hingga 2 Februari 2026 Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Kalteng

Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Kalteng: 6 Daerah Berpotensi Hujan, termasuk Palangka Raya pada 26 Januari 2026

"MJO yang aktif di wilayah Kalteng, dan Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng," tambahnya.

Lian menyebut, curah hujan yang meningkat akan membuat lahan basah dan lembab sehingga mengurangi potensi terbakar.

"Hujan yang cukup tinggi akan menurunkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.