TRIBUNBULUKUMBA.COM, GANTARANG – Pondok Pesantren As’Adiyah Mabbarakka Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengirim santri ke berbagai daerah lintas kabupaten hingga provinsi.
Santri ditugaskan di 10 kecamatan di Bulukumba, Siwa Wajo, Sinjai, Sulawesi Tenggara, hingga Pulau Kalimantan.
“Ada puluhan santri kami tugaskan ke berbagai wilayah di Sulsel dan luar pulau,” kata pimpinan Pondok Pesantren As’Adiyah Mabbarakka, Andi Armayadi, Jumat (30/1/2026).
Mereka bertugas sebagai dai dan imam salat tarawih di Bulukumba, Sinjai, Wajo, Sultra, hingga Kalimantan.
Menjelang Ramadan, permintaan dari pengurus masjid terus berdatangan.
Andi Armayadi membina ratusan santri dan santriwati di dua pondok di Bulukumba.
Ia mengungkapkan, setiap tahun pesantren menerima banyak permintaan dari berbagai daerah di Sulsel dan luar pulau.
Ia bersyukur masyarakat Islam memberi kepercayaan kepada pondok pesantren tersebut.
As’Adiyah Mabbarakka memiliki kultur kuat di Bulukumba dan Sinjai.
Santri tidak hanya tampil sebagai dai di Ramadan, tetapi juga mengisi salat Jumat, Idul Fitri, dan Idul Adha di masjid-masjid, baik di perkotaan maupun kecamatan.
Di Bulukumba terdapat 30 pondok pesantren dengan beragam latar belakang.
Harmonisasi antarpondok terbangun dengan baik.
“Sesama pengelola pondok tetap harmonis di Bulukumba, saling memajukan dan saling mendukung,” kata Pengelola Pondok Pesantren Al Insyirah Bulukumba, Halim Amsur.
Bulukumba terletak di bagian tenggara Provinsi Sulawesi Selatan.
Berbatasan langsung dengan Kabupaten Sinjai di utara dan Kabupaten Bantaeng di barat.
Jarak Bulukumba ke Makassar sekitar 150-165 km dengan waktu tempuh rata-rata 2,5-4 jam melalui jalur darat. (*)