Rejam Jejak dan Harta Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai IHSG Turun Tajam Dua Hari Berturut
January 30, 2026 05:03 PM

 

BANGKAPOS.COM – Sosok Iman Rachman, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak menyita perhatian publik usai keputusannya mengundurkan diri dari jabatannya.

Bukan tanpa alasan, keputusannya mengundurkan diri lantaran pasar modal yang bergejolak.

Iman Rachman resmi melepas jabatannya pada Jumat (30/1/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam serta anjlok selama dua hari berturut-turut.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan atas kondisi pasar yang tidak stabil.

Baca juga: Profil Kasat Lantas Sleman, AKP Mulyanto Dinonatifkan Gegara Kasus Hogi Minaya Kejar Jambret Tewas

Dalam dua hari terakhir, IHSG tercatat mengalami tekanan berat akibat sentimen negatif global.

Indeks bahkan sempat terjun hingga 8 persen setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan evaluasi perubahan saham Indonesia.

Keputusan MSCI tersebut memicu aksi jual besar-besaran oleh investor asing.

Data menunjukkan investor asing mencatatkan aksi net sell mencapai Rp6,17 triliun.

Saham sektor keuangan dan industri tambang menjadi yang paling banyak dilepas.

Berdasarkan data BEI melalui RTI, IHSG ditutup melemah 7,34 persen ke level 8.320,55 pada Rabu (28/1/2026).

Sepanjang hari perdagangan, IHSG terus berada di zona merah dengan level terendah 8.187 dan tertinggi 8.596, sebelum kembali melemah pada Kamis (29/1/2026).

Tekanan beruntun tersebut menjadi sorotan pelaku pasar dan mendorong Iman Rachman mundur dari pucuk pimpinan BEI meski masa jabatannya belum berakhir.

Pasar Modal dan Trading Halt

Pengunduran diri Iman terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan selama dua hari berturut-turut.

Tekanan ini terjadi pasca pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International), yang memicu aksi jual besar-besaran pada IHSG.

Pada Rabu (28/1/2026), BEI menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 13:43 WIB sebagai respons atas volatilitas pasar.

Trading halt kembali terjadi pada Kamis (29/1/2026) pukul 09:26 WIB dan dibuka kembali pada pukul 09:56 WIB.

Trading halt adalah mekanisme penghentian sementara perdagangan saham yang bertujuan menstabilkan pasar saat terjadi fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat.

Lantas seperti apa profil dan rekam jejak Iman Rachman?

Profil Iman Rachman

Iman Rachman resmi menjabat sebagai Direktur Utama BEI berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022, mengutip situs resmi BEI.

Selama memimpin BEI, ia dikenal sebagai sosok berlatar belakang kuat di bidang pasar modal, keuangan korporasi dan strategi bisnis, baik di sektor jasa keuangan maupun BUMN.

20260130 IMAN RACHMAN2
PROFIL IMAN RACHMAN -- Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya. Berikut profil dan rekam jejak Iman Rachman.

Karier profesional Iman dimulai di industri pasar modal sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada periode 1998-2003.

Ia kemudian melanjutkan karirnya di PT Mandiri Sekuritas dengan menduduki jabatan Direktur Investment Banking selama lebih dari satu dekade, yakni pada 2003-2016.

Baca juga: Nasib Mujur Pegawai SPPG, Setelah Diangkat ASN PPPK Bakal Dapat THR 2026

Pengalaman panjang tersebut membentuk reputasinya sebagai bankir investasi dengan pemahaman mendalam terhadap transaksi korporasi dan pasar keuangan.

Setelah itu, Iman dipercaya menempati sejumlah posisi strategis di perusahaan-perusahaan milik negara. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016-2018.

Lalu melanjutkan peran serupa di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018-2019. Pada periode 2019-2020, ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset dan restrukturisasi.

Sebelum akhirnya memimpin BEI, jabatan terakhir Iman Rachman adalah Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020-2022.

Iman Rachman meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada 1995. 

Dia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri dan memperoleh gelar Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.

Rekam Jejak Iman Rachman

Dikutip dari laman BEI, Iman Rachman lahir di Jakarta dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran pada 1995.

Ia melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) bidang Finance dari Leeds University Business School, Inggris, pada 1997.

Karier Iman dimulai di dunia pasar modal sebagai Manajer di PT Danareksa Sekuritas pada 1998 hingga 2003.

Ia kemudian menjabat Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas selama 13 tahun, dari 2003 hingga 2016.

Selanjutnya, ia mengisi sejumlah posisi strategis di BUMN, yakni:

  • Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (2016-2018),
  • Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (2018-2019), dan
  • Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (2019-2020).

Sebelum menjadi Direktur Utama BEI, Iman menjabat Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina pada 2020-2022.

Iman diangkat sebagai Direktur Utama BEI periode 2022-2026 melalui Rapat Umum Pemegang Saham pada 29 Juni 2022.

Ia menggantikan Inarno Djajadi yang terpilih menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK.

Sepanjang kariernya, Iman meraih sejumlah penghargaan, antara lain:

  • CEO Visioner Terbaik BUMN Track 2020,
  • Best CFO pada 2017
  • Indonesia Future Business Leader pada 2016

Harta Kekayaan Iman Rachman

Di tengah gejolak pasar modal tersebut, publik pun menyoroti total harta kekayaan Iman Rachman yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat pada 24 Maret 2022/Periodik - 2021.

Saat itu Iman menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina pada 2020-2022.

Adapun total harta kekayaanya mencapai Rp38.818.451.353 

Berikut rincian harta kekayaannya:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 13.600.000.000 

1. Tanah dan Bangunan Seluas 640 m2/450 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 4.700.000.000 

2. Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/305 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 3.700.000.000 

3. Tanah dan Bangunan Seluas 111 m2/57 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK , HASIL SENDIRI 350.000.000 

4. Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/240 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, WARISAN 550.000.000 

5. Tanah dan Bangunan Seluas 117 m2/140 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 4.300.000.000 

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 1.630.000.000 

1. MOBIL, MERCEDEZ BENZ CLA 200 Tahun 2016, HASIL SENDIRI 520.000.000 

2. MOBIL, JEEP WRANGLER Tahun 2011, HASIL SENDIRI 635.000.000 

3. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2019, HASIL SENDIRI 475.000.000 

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 1.000.000.000 

D. SURAT BERHARGA Rp 632.354.857 

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 24.600.443.828 

F. HARTA LAINNYA Rp 27.388.268 

Sub Total Rp 41.490.186.953 

II. HUTANG Rp 2.671.735.600 

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp 38.818.451.353 

Umumkan Pengunduran Diri

Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya.

Keputusan diambil Iman Rachman usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama 2 hari terakhir.

Baca juga: Penyanyi Denada Akui Ressa Anak Kandungnya, Bantah Tudingan Telantarkan Anak

Bahkan berujung pada penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham sebanyak dua kali. 

Kemarin pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk tajam hingga lebih dari 8 persen dan menyentuh level 7.654,66 pada pukul 09.26 WIB, Kamis (29/1/2026).

DIRUT BEI - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari kursi bos BEI. Pengumuman pengunduran diri tersebut ia sampaikan kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
DIRUT BEI - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari kursi bos BEI. Pengumuman pengunduran diri tersebut ia sampaikan kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Tribunnews.com)

Hari ini, Iman Rachman mengumumkan dirinya mundur pada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). 

Ia menyebutkan pengunduran dirinya dari jabatan merupakan bentuk tanggung jawabnya.

"Teman-teman sudah mengikuti dua hari terakhir bagaimana kondisi market kita dua hari terakhir, walaupun kondisi kita hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab," kata Iman. 

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," lanjutnya. 

Baca juga: Sosok Christiana Budiyati, 30 Tahun Jadi Guru Dipolisikan Gegara Tegur Murid, Dapat 25 Ribu Petisi

Ia berharap keputusan dia mengundurkan diri merupakan yang terbaik untuk pasar modal. 

"Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik," ujar Iman. 

 Ia menegaskan pengunduran diri merupakan bentuk tanggung jawabnya selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. 

"Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikut," ucap Iman. 

Pada Jumat pagi pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 8.348,54. Ini mengalami kenaikan 116,34 poin atau 1,41 persen. 

Iman menyatakan kebutuhan administrasi terkait dengan pengunduran dirinya akan mengikuti anggaran dasar BEI. 

Setelah pengunduran diri Iman, akan ada pelaksana tugas (PLT) yang ditunjuk hingga penunjukan Dirut definitif. 

"Dokumentasi, administrasi, semuanya akan berlaku sesuai ketentuan anggaran dasar kita, nanti akan ada PLT yang ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif Direktur Utama yang baru," kata Iman.

(Tribunnews.com/Kompas.com/ TribunNewsmaker.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.