Sehari, Karhutla di Bangka Hanguskan 4,5 Hektare Lahan, Total 2026 Capai 10 Hektare
January 30, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bangka. Dalam satu hari, Rabu (28/1), Dinas Pemadam Kebakaran mencatat tiga peristiwa kebakaran yang menghanguskan lahan dengan total luas sekitar 4,5 hektare.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 13.05 WIB di Gang Bintang, Lingkungan Rambak, Kelurahan Jelitik.

Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 0,5 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Bangka, Zalfika Ammya, mengatakan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.55 WIB. Proses pemadaman dilakukan menggunakan metode penyemprotan air serta penanganan manual dengan mengerahkan satu unit armada pemadam.

“Anggota melakukan pemadaman dengan penyemprotan dan cara manual menggunakan armada 02 hingga api berhasil dikendalikan,” ujar Zalfika, Kamis (29/1).

Dua peristiwa karhutla lainnya terjadi pada malam hari dengan waktu yang berdekatan. Sekitar pukul 19.30 WIB, kebakaran melanda kawasan Puri Tri Agung, Pantai Tikus Emas. Lahan seluas kurang lebih 1 hektare terbakar dan berhasil dipadamkan dengan bantuan aparat keamanan serta masyarakat setempat.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.16 WIB, kebakaran kembali dilaporkan di kawasan gerbang belakang Pantai Matras. Api melalap lahan seluas sekitar 3 hektare dan baru berhasil dipadamkan pada pukul 22.20 WIB.

Dengan demikian, total luas lahan yang terdampak karhutla dalam satu hari tersebut mencapai sekitar 4,5 hektare. Zalfika menambahkan, pada Kamis (29/1/2026), pihaknya kembali menerima laporan dua kejadian karhutla lain yang masih dalam proses penanganan di lapangan, dengan estimasi luas terdampak sekitar 3 hektare.

10 Hektare

Sepanjang tahun 2026, Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka mencatat sekitar 10 hektare lahan telah terdampak karhutla. Potensi kebakaran diperkirakan meningkat seiring masuknya musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang.

“Informasi dari BMKG menyebutkan musim kemarau tahun ini cukup panjang. Hingga saat ini, total lahan terbakar sepanjang 2026 sekitar 10 hektare,” kata Zalfika.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah rawan karhutla seperti Kecamatan Merawang, Sungailiat, Riau Silip, dan Belinyu. Kawasan pesisir dinilai lebih rentan karena hembusan angin kencang dapat mempercepat rambatan api.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di wilayah Kulong Kero, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (29/1). Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Budi Utama, mengatakan kebakaran seluas sekitar 6 hektare tersebut dilaporkan oleh warga dan langsung ditangani BPBD setempat.

Tim TRC-PB BPBD Belitung Timur diberangkatkan ke lokasi pada pukul 10.30 WIB dengan mengerahkan empat personel beserta peralatan pemadaman. Proses pemadaman dan pendinginan lahan selesai sekitar pukul 12.00 WIB dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.

Tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam peristiwa tersebut. (u2/riz) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.