TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan 2,7 Magnitudo yang menggetarkan wilayah barat Kabupaten Sumedang, dipicu akibat segmen sesar di sebelah timur Sesar Lembang.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Tanjungsari dan Sukasari ini terjadi pada Jumat (30/1/2026) pukul 05:13 WIB.
BMKG melaporkan Episenter gempa ini terletak pada koordinat 6.87 Lintang Selatan; 107.75 Bujur Timur.
Gempa bumi terjadi pada jarak 18 kilometer Barat Kabupaten Sumedang, pada kedalaman 5 kilometer.
Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengatakan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi berkedalaman dangkal diduga diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif.
"Ada segmen sesar di sebelah timur sesar Lembang," kata Daryono, dihubungi Tribun Jabar.id
Baca juga: Gempa Bumi Guncang Sumedang, Terasa di Tanjungsari dan Sukasari, Warga Diminta Tak Panik
Daryono mencatat gempa tersebut dirasakan warga Kecamatan Sukasari, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, dan warga Kecamatan Cileunyi, Kecamatan Cilengkrang, dan Kecamatan Cimeyan, Kabupaten Bandung, dengan Skala Intensitas II - III MMI.
Berdasarkan laporan warga, kata Daryono, akibat getaran gempa bumi tersebut, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," katanya.
Seperti diketahui, Sesar Lembang memanjang hingga di sekitar Gunung Manglayang, atau dekat Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.
Sesar atau patahan merupakan retakan pada kerak bumi yang disertai pergesekan antara dua blok batuan.
Sementara itu, Sesar Lembang merupakan salah satu sesar patahan aktif di Jabar yang membentang di utara Kota Bandung.
Berikut adalah daftar skala magnitudo gempa bumi beserta penjelasannya:
(*)
Laporan : Kiki Andriana