TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Cilacap - Warga di Kecamatan Cilacap Tengah digegerkan atas penemuan jasad seorang bocah perempuan dalam karung, tak jauh dari kediamannya.
Bocah perempuan berusia 4 tahun 10 bulan itu ditemukan tersembunyi di dalam karung, dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Sebelum ditemukan tewas dalam karung, bocah perempuan tersebut sempat tak pulang ke rumah alias menghilang selama 1 hari.
Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan bocah perempuan itu tewas dan berada dalam karung. Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan atas temuan jenazah bocah tersebut.
Jenazah bocah tersebut ditemukan tepatnya di Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kota Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026) pagi.
Kelurahan Gunung Simping berada di Kecamatan Cilacap Tengah, Kota Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Kelurahan ini merupakan kawasan perkotaan dengan aktivitas warga yang cukup padat. Lingkungannya didominasi permukiman, fasilitas umum, serta aktivitas perdagangan dan jasa. Akses jalan relatif baik karena berada dekat pusat kota dan kawasan pemerintahan.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJateng.com, Kapolresta Cilacap Budi Adhy Buono mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.
“Kami masih melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi,” kata Budi di Mapolresta Cilacap, Jumat (30/1/2026).
Menurut Budi, hingga saat ini ada empat orang saksi yang telah dimintai keterangan.
“Kami masih mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi. Ada empat saksi yang kami periksa, yaitu kakek korban dan tetangganya yang menemukan,” ujarnya.
Secara Kasat Mata Budi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan luka-luka pada tubuh korban.
“Secara kasat mata tidak ditemukan luka. Kami masih menunggu hasil otopsi yang sedang dilakukan di RSUD Margono Soekarjo,” kata Budi.
Otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis.
Adapun balita perempuan tersebut dilaporkan hilang sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, Jumat pagi.
Baca juga: Asyik Mancing di Sawah, Bocah Tersengat Listrik Jebakan Tikus sampai Meninggal
Pencarian panjang yang melibatkan keluarga, warga, dan aparat kepolisian di wilayah Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah, berakhir tragis.
Bocah perempuan berusia 4 tahun 10 bulan itu ditemukan tersembunyi di dalam karung. Kondisi sudah meninggal dunia.
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhi Buwono mengatakan, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB saat bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah.
“Korban sempat kembali ke rumah dan bertemu kakeknya, lalu pamit untuk membeli es dan bermain lagi, namun hingga sore hari tidak kembali,” ujar Kapolresta, Jumat (30/1/2026).
Karena korban tidak kunjung pulang, keluarga melakukan pencarian dengan bertanya kepada warga sekitar sebelum melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Cilacap Tengah.
“Setelah menerima laporan, Polsek Cilacap Tengah bersama warga langsung melakukan pencarian hingga malam hari, namun korban belum ditemukan,” jelasnya.
Pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, seorang warga yang merupakan tetangga korban, menemukan karung mencurigakan di samping rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban.
“Setelah dicek, di dalam karung tersebut terdapat plastik hitam dan di dalamnya ditemukan jasad anak perempuan,” kata Kapolresta.
Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal dengan melibatkan tenaga medis setempat.
“Korban selanjutnya kami evakuasi ke rumah sakit di RSUD Margono Banyumas, untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian,” ungkap Kapolresta.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi, yakni kakek korban serta tiga warga di sekitar lokasi penemuan jasad.
“Sementara saksi yang diperiksa ada empat orang, termasuk orang yang pertama kali menemukan karung tersebut,” ujarnya.
Kapolresta menegaskan penyidik masih menunggu hasil visum dan autopsi sambil terus mendalami perkara untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.
“Kami masih menunggu hasil autopsi dan terus melakukan pendalaman agar perkara ini bisa segera kami tuntaskan,” tegasnya.