Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Massa aksi dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya melakukan demo di depan Balekota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026).
Aksi ini dilakukan menjelang satu tahun masa kepempimpinan Viman-Diky yang sampai saat ini belum dirasakan manfaatnya.
Sejumlah mahasiswa melakukan orasi hingga membakar ban di depan gerbang utama Balekota Tasikmalaya.
Selain itu, massa juga memaksa masuk ke area Balekota. Namun, hal tersebut tidak bisa ditembus karena diadang petugas gabung, sehingga terjadi dorong-dorongan ke petugas yang berjaga di gerbang utama.
Tak sedikit mahasiswa terjatuh karena memaksa masuk untuk meminta bertemu dengan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan. Namun, sampai sore hari massa tidak bisa menembus penjagaan petugas gabungan.
"Awalnya kami mau mengevaluasi atau memberikan masukan terkait dari visi misi dan program prioritas yang digadang-gadangkan oleh pemerintah Kota Tasikmalaya," ungkap Korlap aksi Abdul Aziz dikonfirmasi TribunPriangan.com, Jumat.
Baca juga: Viman-Diky Mendapat Respons Positif, Program Prioritas Dirasakan Semua Kalangan
Baca juga: Masyarakat Kesal Soal Sampah di Komplek Dadaha Kota Tasik, Viman Bakal Benahi TPS 3R
Beberapa program prioritas yang digaungkan kepempimpinan Viman-Diky yakni Tasik Gemas, Tasik Pintar dan Tasik Nyaman yang belum berjalan maksimal dalam setahun ini.
"Kami menilai semuanya belum berjalan dengan baik, dan mendesak program prioritas ini bisa dirasakan masyarakat Kota Tasikmalaya. Jangan sampai bertolak belakang dengan realitas di lapangan," tegas Abdul.
Abdul menambahkan, bahwa ketidakhadiran Wali Kota Tasikmalaya ini kedua kalinya dengan aksi yang sama, dan seperti anti kritik.
"Kami sudah kedua kalinya. Kemarin ketika datang ke bale kota ke Pemkot Wali Kota itu tidak dapat menemui kami. Dan hari ini pun tidak nampak, hanya dihadiri perwakilan pejabat lain," tambahnya.
Dirinya mengungkapkan, aksi ini bagian dari jelang satu tahun masa kepempimpinan Viman-Diky yang belum ada peningkatan.
"Salah satunya aksi ini jelang satu tahun masa kepempimpinan Wali Kota Tasikmalaya, dan kami akan kembali datang dalam eskalasi yang lebih besar," kata Abdul. (*)