Dokter di Makassar Terpedaya 'Bos Tambang', Bermula dari IG hingga Uang Ratusan Juta Dikuras
January 30, 2026 08:05 PM

 

Laporan jurnalis Tribun-Timur.com, Siti Aminah

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Relasi asmara kerap dipahami sebagai ruang paling aman bagi seseorang.

Namun dalam sejumlah kasus, cinta justru dimanfaatkan sebagai celah. 

Penipuan berkedok asmara yang berlangsung perlahan, nyaris tak terasa, hingga akhirnya menyisakan kerugian emosional dan material.

Suatu sore di sebuah kafe, Rabu (21/1/2026) sekira pukul 16.00 wita di tengah cuaca tak bersahabat, dokter berinsial DR menceritakan kisah kelamnya menjalin relasi asmara yang tak sehat (toksik) bersama pria berinisal AB.

DR, seorang dokter kecantikan di Makassar, Sulawesi Selatan, sementara AB bertopeng sebagai pengusaha tambang asal Kendari, Sulawesi Tenggara.

DR menceritakan halaman asmaranya bersama AB secara terbuka. 

Sesekali ia berhenti, menarik napas, lalu melanjutkan ceritanya dengan nada yang lebih pelan.

Perkenalannya dimulai dari media sosial, Instagram. 

Mulanya, AB hanya melihat DR lewat unggahan cerita Instagram asistennya, lalu berujung saling follow hingga intens membalas aktivitas yang dibagikan DR lewat akun pribadinya.

DR awalnya tak pernah merespon deretan pesan AB, hingga suatu ketika dia membalas satu pesan singkat yang dianggapnya biasa. 

Dari respons sederhana itu, komunikasi mereka perlahan mengalir, semakin intens, dan tanpa disadari mulai menyita ruang dalam keseharian DR.

“Sekitar tiga bulan saya tidak gubris DM-nya, sampai akhirnya saya balas sekali dan berlanjut,” ungkap DR.

Pertemun pertama DR dan AB berlangsung Agustus 2025 di Kota kelahiran AB, Kendari. 

Saat itu, DR sedang mempersiapkan pembukaan klinik kecantikannya di Morowali, Sulawesi Tengah. Selama ini, komunikasi mereka berlangsung intens melalui telepon.

Dalam percakapan-percakapan itulah, AB mulai mengumbar janji. Ia mengaku iba melihat DR yang dianggapnya terlalu lelah bekerja. 

AB menawarkan bantuan modal untuk pengembangan klinik di berbagai daerah, termasuk Bone dan Marowali. 

Dorongan itu membuat DR benar-benar membuka klinik di Morowali.

Karena keterbatasan toko interior di wilayah tersebut, DR disarankan AB belanja perabot di Kendari.

Di situlah pertemuan pertamanya berlangsung.

Selama di Kendari, AB meminta DR menghitung seluruh pengeluarannya, mulai dari hotel hingga belanja perabot kliniknya. 

Namun itu tak langsung digantikan oleh AB. 

Ia selalu beralasan, pencairan dana masih tertahan, sembari berulang kali meyakinkan bahwa seluruh biaya tersebut akan diganti setelah urusan bisnisnya rampung.

“Nabilang totalki semua nanti saya gantikan pengeluarannya selama di Kendari. Katanya ada uangnya mau cair nanti. Saya maklumi karena kupikir pendapatan di tambang tidak menentu,” ungkap DR.

Alih-alih menepati janji, AB justru meminjam uang senilai Rp5 juta pada pertemuan pertamanya. 

Karakter yang diperankan AB betul-betul berhasil, ia menguasai emosi DR sehingga termakan narasi manipulatifnya. 

DR mengaku, saai itu, ia lebih banyak digerakkan rasa percaya dan empati ketimbang pertimbangan logis.

Untuk meyakinkan DR, AB kerap memamerkan mutasi rekening di ponselnya, termasuk ke orang terdekat DR. 

Angka-angka fantastis ditunjukkan puluhan miliar rupiah sebagai hasil transaksi tambang. 

Topeng kemapanan AB pun tak menimbulkan kecurigaan. 

Beberapa  hari setelahnya, DR menagih janji, namun AB berdalih, ia sengaja tak melunasi hutangnya agar komunikasinya tak terputus.

AB kemudian memainkan strategi lain untuk menambah persentase keyakinan DR padanya. 

Ia mengenalkan kakak dan pamannya. AB membawa DR ke rumah pamannya di Kendari. 

Di sana, DR melihat foto-foto tokoh penting terpajang, termasuk foto bersama Kapolri, serta mendengar cerita tentang jaringan usaha dan kedekatan keluarga tersebut dengan aparat negara.

Melalui paman itulah, AB kembali membuka jalan peminjaman, alasannya untuk kebutuhan modal usaha Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). 

Saat itu pamannya butuh modal Rp500 juta, namun DR hanya sanggup meminjamkan Rp250 juta yang ditransfer ke rekening AB. 

Janji pengembalianpun tak sesuai, AB hanya mengirim Rp100 juta ke rekening DR.

“Ini memunculkan perdebatan, saya hubungi om nya, tapi dia bilang sudah ditransfer Rp250 juta ke rekening AB, tapi yang sampai ke saya cuma Rp100 juta,” ungkap DR.(bersambung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.