TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Kota Makassar menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait program dan kegiatan pemerintah di tahun anggaran 2027.
Kegiatan berlangsung di Hotel Novotel Grand Shayla, Jl. Chairil Anwar, Kamis (29/1/2026), dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama, perempuan, hingga penyandang disabilitas.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Dahyal, menyampaikan, ada 42 program strategis yang akan dijalankan Pemkot, semuanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang langsung menyentuh masyarakat adalah pembinaan kelompok usaha unggulan berbasis RW.
Program ini digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM dengan target 1.000 pelaku usaha setiap tahun.
“Program ini dirancang untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat di tingkat RW, sehingga pelaku usaha kecil bisa naik kelas dan lebih mandiri,” ujar Dahyal, Jumat (31/1/2026).
Pembinaan yang diberikan mencakup pelatihan, pendampingan usaha, penguatan manajemen, serta akses permodalan dan pemasaran.
Pemkot berharap program ini menciptakan ekosistem usaha berkelanjutan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Dahyal juga menjelaskan, dari 42 program strategis tersebut, terdapat tujuh program unggulan yang masuk kategori Sapta Mulia.
Program pertama, Lontara+, fokus pada pengembangan aplikasi Lontara+ untuk menanggapi keluhan warga secara cepat.
Kedua, Makassar Creative Hub (MCH).
Tahun ini ditargetkan tiga unit kantor MCH hadir di tengah masyarakat, dan pada 2027 akan ada lima unit di berbagai kecamatan.
Ketiga, Gratis Pemasangan Air Bersih, yang tahun depan menargetkan 800 sambungan baru.
Program populer lainnya, seragam sekolah gratis bagi pelajar SD dan SMP, dengan target 18.000 untuk SD dan 13.600 untuk SMP.
Program bebas iuran sampah akan menyasar 115.541 rumah tangga.
Sedangkan program Makassar Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial) saat ini sudah menjangkau 86.000 pekerja rentan, termasuk RT/RW, dan pada 2027 akan ditambah 45.000 orang, mendapatkan jaminan hari tua, kecelakaan kerja, dan kematian.
Terakhir, pembangunan stadion bertaraf internasional yang progres fisiknya sudah berjalan, diharapkan selesai pada 2027.(*)