SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup perempuan dan perlindungan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim berkomitmen tetap menganggarkan dana untuk visum dan Medikolegal.
"Meski ada efisiensi anggaran yang cukup besar untuk tahun 2026, pihaknya tetap menganggarkan untuk visum dan mediko legal dan penanganan korban lainnya," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim Vivi Mariani, Jumat (30/1/2026).
Menurut Vivi, keberadaan visum dan medikolegal ini sangat penting dalam mendukung penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sebab Visum et Repertum (visum) merupakan dokumen kunci dan alat bukti utama dalam penanganan kasus kekerasan (fisik maupun seksual) dalam proses peradilan pidana.
Oleh karena itu, lanjut Vivi, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan dan perlindungan anak.
Dikatakan Vivi, untuk kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Muara Enim 2025
sebanyak 19 kasus KDRT, sedangkan kasus kekerasan pada anak 38 kasus. Sedangkan kasus pelecehan seksual mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Untuk antisipasi dan pencegahannya, kata Vivi, pihaknya telah berupaya melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai ke tingkat kecamatan dan desa.
Kemudian, membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat
(PATBM) di setiap desa yang merupakan ujung tombak pencegahan dan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak disetiap desa.
Selain itu, membentuk satgas anti buliying di sekolah sekolah dan membentuk forum anak setiap kecamatan dan desa yang berfungsi sebagai pelopor dan pelapor.
Dimana tugas Pelopor ini, adalah untuk menyuarakan suara anak dan pelapor apabila ada bibit tindak kekerasan terhadap anak.
"DPPPA juga berkolaborasi dengan semua sektor dalam pencegahan dan penanganan tindak kekesaran terhadap perempuan dan anak," ujar mantan Kadinkes Muara Enim ini.