Kabupaten Badung Waspada Kemunculan Virus Nipah Ancam Dunia Pariwisata, Adi Arnawa: Lebih Selektif
January 30, 2026 09:35 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa pastikan kasus virus Nipah yang heboh di India tak akan masuk ke wilayahnya.

I Wayan Adi Arnawa memastikan akan melakukan segala jenis cara guna menjauhkan potensi merebaknya virus ini bisa merusak pariwisata Badung.

Bupati badung ini mengatakan jika masyarakat saat ini tidak cukup hanya mendengar imbauan pemerintah. 

Bahkan dirinya meminta seluruh warga untuk bersama-sama mawas diri dengan adanya kemunculan virus baru tersebut.

Baca juga: DARI Limbah Jadi Berkah, Serhalawan Meliza Fransisca Sukses Kembangkan Kerajinan Ramah Lingkungan

Meski virus belum masuk Indonesia termasuk Bali, namun pihaknya meminta agar instansi terkait yang berjaga pada pintu-pintu masuk Bali untuk lebih selektif dan menekankan kewaspadaan kepada wisatawan.

"Jadi teman-teman di Imigrasi juga perlu lebih selektif. Bagaimana ciri-ciri orang terkena virus itu agar kita tau,”

“Kita harus belajar dari pengalaman Covid-19 sehingga itu perlu menjadi pedoman untuk menyikapi dari pada virus nipah ini," ujarnya.

Diakui dengan pengalaman covid-19, pihaknya mengharapkan pemerintah dan masyarakat bisa siap mengambil sikap jika adanya virus tersebut. 

Kendati demikian pihaknya sangat berharap agar virus itu tidak sampai masuk Indonesia khususnya Bali dan Badung.

Seperti diketahui Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar juga meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang terbang dari India ke Bali untuk mencegah penularan virus Nipah. 

Hal ini dilakukan setelah India melaporkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Nipah di sana.

Baca juga: ASTAGA Ternyata Bukan Guru! Pelaku Pelecehan Staf TU SMK di Buleleng Diduga Kepala Sekolah? 

Meski belum ditemukan virus nipah di Bali, namun Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga melarang keras masyarakat makan buah bekas gigitan kelelawar. 

Mengingat virus ini berasal dari kelelawar sebagai inangnya. Sebab, kebiasaan warga adalah suka mengkonfirmasi buah bekas gigitan kelelawar karena dianggap matang natural. 

Virus Nipah di Negara Tetangga tak Pengaruhi Jumlah Wisatawan Masuk Bali 

Virus nipah kini telah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah Negara seperti Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand. Di Indonesia sendiri, belum ditemukan kasus pasien terjangkit virus nipah. 

Sedangkan di Bali, wisatawan asal India menduduki peringkat ketiga penyumbang turis asing terbanyak ke Bali pada tahun 2025. 

Data menunjukkan tren pertumbuhan positif akibat rute langsung Mumbai-Denpasar. Berdasarkan data Bandara Ngurah Rai hingga September 2025, tercatat 438.646 warga India berkunjung. 

Baca juga: JENAZAH Made Tiba di Jembrana & Isak Tangis Keluarga, Mahasiswa Magang Meninggal Dunia di Malaysia! 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan langkah-langkah pencegahan terjangkit virus nipah ini telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Ketika disinggung apakah akan ada pembatasan turis dari India, ia mengatakan akan melakukan koordinasi terlebih dulu. 

“Nanti kita komunikasi dengan kemenkes. Belum (pengaruhi kunjungan wisatawan), belum ada cancellation,” jelasnya pada, Bali Ocean Days 3rd Conference & Showcase 2026 di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran pada, Jumat 30 Januari 2026. 

Sedangkan untuk pencegahan penularan virus saat WNA India yang masuk ke Bali telah dihandle oleh Kementerian Kesehatan dengan pemeriksaan suhu badan dan lain sebagainya di pintu-pintu masuk. 

“Jadi itu ranahnya di Kemenkes. Nanti kami akan koordinasi dengan Kemenkes bagaimana nih, Apakah ini sudah tingkatnya seperti apa? Kalau dari Kemenkes sudah mengeluarkan warning tertentu kepada kami, nanti kita ambil langkah-langkah selanjutnya,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.