TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang mantan analis CIA memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemungkinan besar akan melancarkan serangan militer terhadap Iran, di tengah dinamika politik dan keamanan yang semakin memanas di kawasan.
Analisis ini dibahas dalam episode The Fourcast, sebuah podcast dari Channel 4 News, di mana Paul McNamara mewawancarai David McCloskey, mantan analis CIA yang berpengalaman menangani masalah di Suriah, Irak, dan Iran dari dalam badan intelijen Amerika.
Menurut deskripsi episode podcast tersebut, sebuah kelompok kapal induk AS sedang bergerak cepat menuju wilayah dekat Iran, sementara pernyataan Trump terus berubah antara ancaman keras dan penawaran tidak jelas untuk kesepakatan nuklir.
Baca juga: Tiga Pejabat UT Gorontalo Dilantik Secara Daring, Dorong Peningkatan Partisipasi Mahasiswa
Di dalam Teheran, gejolak sosial terlihat makin menyebar, dan institusi keamanan terkuat rezim menunjukkan tanda-tanda tekanan berat.
Pertanyaan besar yang diajukan dalam diskusi itu adalah sejauh mana intelijen Barat benar-benar memahami apa yang akan terjadi selanjutnya, dan seberapa berbahaya situasi yang berlangsung saat ini.
Meski Trump mengklaim berharap agar negosiasi dengan Iran dapat tercapai, kenyataannya berbagai laporan menunjukkan intensifikasi retorika agresif dari Gedung Putih.
Misalnya, Trump telah memperingatkan Teheran bahwa “waktu hampir habis” untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi tindakan militer yang lebih keras, dan beberapa sumber intelijen melaporkan opsi-opsi serangan udara yang potensial sedang dibahas oleh penasihatnya.
Kawasan Teluk Persia pun dipenuhi dengan kecemasan akibat penempatan sekutu militer AS yang signifikan di wilayah tersebut, sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab secara tegas menolak penggunaan wilayah udara mereka untuk serangan terhadap Iran.
Langkah-langkah diplomatik semacam itu menunjukkan betapa kompleksnya situasi; pemerintah di Timur Tengah ingin mencegah eskalasi konflik berskala penuh.
Dalam perbincangan The Fourcast, McCloskey juga menjelaskan bahwa Trump sebagai sosok politik dan pemimpin cenderung sulit diprediksi, bahkan dibandingkan dengan rezim yang biasa dianalisis oleh layanan intelijen, serta membahas bagaimana Israel berhasil menembus beberapa struktur keamanan Iran.
Analisis ini memberikan gambaran tentang kompleksitas intelijen dan dinamika geopolitik yang bisa membentuk keputusan besar seperti serangan militer.(*)