TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan memastikan penanganan kerusakan ruas jalan provinsi di wilayahnya segera dikoordinasikan dengan Pemprov Jateng.
Langkah tersebut dilakukan menyusul banyaknya laporan jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama di tengah tingginya intensitas hujan.
Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar mengatakan, kerusakan jalan provinsi dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem membuat struktur jalan cepat rusak, terlebih pada ruas dengan beban lalu lintas padat.
Baca juga: Pemkab Pekalongan Kebut Penanganan Banjir, Kerahkan Empat Pompa Air
• Hari ke-12 Banjir di Kabupaten Pekalongan, 499 KK Masih Mengungsi, Stok Logistik Menipis
"Kerusakan jalan provinsi ini memang imbas dari curah hujan tinggi."
"Informasi dari BMKG menyebutkan sampai dasarian ketiga Januari, curah hujan masih tinggi hingga akhir bulan," ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Dia menegaskan, Pemkab Pekalongan tidak tinggal diam dan telah berkoordinasi dengan Balai Jalan milik Pemprov Jateng agar perbaikan bisa segera dilakukan pada titik-titik kerusakan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi melalui Balai Jalan untuk segera dilakukan perbaikan," tegas Yulian.
Sejumlah ruas jalan provinsi yang dilaporkan mengalami kerusakan. Seperti Jalan Raya Kajen-Bojong, Kajen-Paninggaran, serta Kajen-Karanganyar.
Di beberapa titik, lubang cukup dalam dan kerap tertutup genangan air saat hujan, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.
Selain jalan provinsi, Yulian mengakui jalan kabupaten juga terdampak kondisi serupa.
Pemerintah melalui DPUPR Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan langkah perbaikan secara bertahap.
"Jalan kabupaten juga terdampak. Kami akan segera melakukan perbaikan-perbaikan," tambahnya.
Namun demikian, proses perbaikan tetap mempertimbangkan faktor cuaca agar hasilnya maksimal dan tidak cepat rusak kembali.
Untuk sementara, pemerintah memprioritaskan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
"Fokus kami bagaimana lalu lintas masyarakat tetap aman dan aktivitas tidak terganggu meskipun cuaca masih ekstrem," tandasnya.
Sementara itu, Khaerudin, warga Kecamatan Kajen yang rutin melintas di jalur Kajen-Wiradesa, mengaku kini harus lebih berhati-hati saat berkendara.
"Kalau berangkat kerja sekarang harus ekstra hati-hati, apalagi saat hujan. Banyak lubang yang tidak kelihatan," ujarnya. (*)