SRIPOKU.COM - Suasana duka menyelimuti rumah korban perampokan di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Jumat (30/1/2026) siang.
Isak tangis pecah saat Purwanto, ayah korban, tiba di rumah duka.
Purwanto datang bersama kakak perempuannya yang baru pulang dari perantauan di Singkawang, Kalimantan Barat.
Baca juga: Awal Mula Perampokan di Rumah Bos Sate Terkuak, Anak Tewas Istri Luka Parah
Keduanya tiba sekitar pukul 11.45 WIB.
Purwanto dikenal sebagai bos sate yang tinggal di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Terjadi perampokan di rumahnya yang berujung pada kematian sang anak yang masih berusia enam tahun.
Sementara itu, istri Purwanto bernama Daryanti (34) menderita luka parah di leher.
Begitu turun dari mobil, Purwanto langsung menangis histeris.
Tubuhnya tampak lemas hingga harus dibopong oleh kerabat yang menyambut kedatangannya.
“Duh anakku piyee (anakku bagaimana)” teriak Purwanto sambil terisak, mengutip TribunSolo.com.
Dengan langkah tertatih, Purwanto kemudian berjalan menuju garasi rumah, tempat jenazah putri bungsunya disemayamkan.
Tangisnya kembali pecah saat melihat peti jenazah yang telah tertutup kain.
Setelah emosinya sedikit mereda, Purwanto memberanikan diri membuka peti jenazah untuk melihat sang putri untuk terakhir kalinya.
Ia tampak memandangi wajah anaknya dalam diam, sesekali menyeka air mata yang terus mengalir.
Kerabat dan warga yang berada di rumah duka ikut larut dalam suasana haru.
Beberapa di antaranya berusaha menenangkan Purwanto yang masih terlihat terpukul atas kepergian putrinya dalam peristiwa perampokan berdarah tersebut.
Baca juga: Sosok Pelaku Utama Penculikan dan Perampokan Lansia Pemilik Kos di Palembang, Ditangkap di Jatim
Perampokan di rumah Purwanto terkuak setelah Purwanto meminta tolong kepada adiknya, Ngatirin, untuk melihat keadaan rumah.
Sebab, Purwanto saat itu sedang berada di Kalimantan Barat.
Ngatirin lantas melihat Daryanti sudah terluka parah dan AO diduga saat itu sudah tidak bernyawa.
Lokasi rumah yang jauh dari pemukiman memungkinkan pelaku beraksi tanpa diketahui orang lain.
Rumah Purwanto dikelilingi kebun jati sehingga suara jeritan kemungkinan besar tidak terdengar oleh warga setempat.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana, mengatakan pelaku kemungkinan beraksi seorang diri.
Ketika pertama kali ditemukan, anak pemilik rumah ditemukan di kamar mandi.
Tidak terlihat ada luka luar, tetapi posisi kepalanya masuk dalam ember yang sudah dipenuhi air.
“Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi,” kata Indra.
Sedangkan kondisi Daryanti, harus menjalani perawatan intensif.
Meski sudah sadarkan diri, lukanya cukup parah sehinggga menerima beberapa jahitan.