TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Boyolali - Pengakuan mengejutkan terduga pelaku pembunuh anak bos sate di Boyolali, sempat pancing ibu korban ingin bayar utang dan menanyakan nomor rekening.
Hal tersebut terungkap dari video yang beredar, seusai terduga pelaku bernama Agus (30), ditangkap aparat kepolisian.
Anak bos sate inisial AO (6) menjadi korban dari aksi perampokan disertai kekerasan di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026) sore.
Perampokan adalah tindak kejahatan mengambil barang milik orang lain dengan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban.
Dalam hukum pidana Indonesia, perampokan termasuk pencurian dengan kekerasan, diatur dalam Pasal 365 KUHP.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunSolo.com, dalam video yang beredar di media sosial itu, Agus mengaku di hadapan aparat, sempat berbincang dengan korban, Daryanti.
Agus mengaku masuk rumah begitu saja, karena pintu pagar rumah tak dikunci.
Tapi, ia tak langsung membekap Daryanti, melainkan memanggilnya.
Pria itu memang sebelumnya kenal dengan Daryanti, lantaran keduanya tetangga.
"Dar (Daryanti), ini Bang Agus. Aku mau bayar utang," kata Agus, dalam video itu.
Daryanti setelah itu keluar menemui Agus. Agus sempat pula tanya nomor rekening Daryanti.
Setelah diberikan, Agus mengaku mencatat nomor itu. Setelah itu, terjadilah peristiwa itu. Agus mencekik leher Daryanti.
"Gus, apa ini? Sudah, utangmu anggap lunas saja," kata Agus, menirukan ucapan Daryanti.
Tapi Agus tetap menyayat leher Daryanti, pakai pisau cutter.
Belum diketahui, apa alasannya dan bagaimana ia membunuh anak Daryanti yang masih berusia 6 tahun, Orlin.
Baca juga: Bos Sate Boyolali Tak Kuasa Saksikan Jenazah Putri Tercinta Masuk Liang Lahat
Keluarga Daryanti mengungkapkan bahwa Agus sempat ditagih membayar utang oleh Daryanti sebelum terjadi insiden perampokan dan pembunuhan nan keji itu.
Keluarga menyebutkan bahwa Daryanti menagih utang kepada tetangganya tersebut sekitar 5 atau 6 hari lalu.
Penagihan tersebut diduga memicu kemarahan Agus.
Wahyudi (60), salah satu keluarga korban, Agus tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban, namun keduanya saling mengenal.
Bahkan, hubungan antara korban dan pelaku disebut cukup baik.
"Bahkan isterinya terduga pelaku ini sering main ke sini (rumah korban)," ungkapnya.
Wahyudi menuturkan bahwa insiden ini kemungkinan besar dipicu masalah utang piutang antara korban dan pelaku.
"Setahu saya kalau ga salah 5-6 hari lalu itu si Daryanti (korban) minta (menagih utang) sama AG. Karena belum ada AG marah dan seterusnya, berujung penganiayaan," pungkasnya.
Peristiwa perampokan sadis ini terjadi di rumah Daryanti di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kamis (29/1/2026).
Saat kejadian, suami Daryanti, Purwanto berada di Singkawang, Kalimantan Barat.
Sehari-hari mereka memang menjalin hubungan LDR, sehingga Daryanti hanya bersama dua anaknya saja di rumah itu.
Mereka dikenal sebagai keluarga kaya di desa tersebut.
Rumah mereka cukup megah dibanding tetangga sekitar.
Purwanto, punya warung sate kambing di Singkawang, dan dikenal cukup sukses.
Peristiwa tersebut berujung pada tewasnya anak bungsu mereka.
Orlin (6) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan posisi kepala tenggelam di dalam bak mandi.
Sementara itu, Daryanti mengalami luka pada bagian leher.