BANGKAPOS.COM - Inilah tata cara sholat istikharah agar mendapatkan petunjuk lengkap mulai dari niat, doa, waktu pelaksanaan dan jumlah rakaatnya.
Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan ketika seorang muslim meminta kemantapan hati atas keraguan yang ia temui baik mengenai dua atau lebih pilihan, jodoh misalnya.
Sholat istikharah dilaksanakan untuk meminta petunjuk Allah untuk pilihan terbaik.
Sebagai sholat sunnah, sholat istikharah dikerjakan sebagaimana sholat-sholat sunnah lain pada umumnya.
Sholat Istikharah terdiri dari 2 rakaat dan dapat dikerjakan pada siang ataupun malam hari.
Berikut penjelasan tata cara hingga niatnya :
Berikut ini tata cara sholat istikharah:
Lantas jam berapa waktu pelaksanaan sholat istikharah?
Mengenai jamnya, sholat istikharah dapat dilakukan kapan saja mau siang ataupun malam hari kecuali tidak pada 3 waktu yang terlarang untuk melakukan sholat.
Apa saja itu?
Waktu yang terlarang untuk sholat di antaranya adaah ketika matahari terbit atau sedang berada di tengah atau sedang terbenam (HR. Jama’ah kecuali Bukhari).
Namun jika mendesak dan butuh segera, sebagian ulama memiliki pandangan bahwa sholat istikharah boleh dikerjakan saat itu juga walaupun pada waktu yang terlarang.
Namun, jam terbaik untuk melaksanakan sholat istikharah adalah sebaiknya pada sepertiga terakhir di waktu malam.
Sholat istikharah memiliki banyak keutamaan.
Berikut ini enam keutamaan sholat istikharah:
Dengan Sholat Istikharah, kita hanya akan mengharapkan sesuatu atas keridhaan Allah. Terkadang manusia memaksakan diri untuk mendapatkan hasil yang diinginkan tanpa berdoa dan menghadap Allah padahal apa yang diinginkan itu belum tentu yang terbaik.
Seperti pada firman Allah SWT dalam Al-Quran pada surat At-Taubah ayat 51 yang berbunyi:
“Qul lay yusiibanaa illaa maa kataballaahu lanaa, huwa maulaanaa wa ‘alallaahi falyatawakkalil-mu’minun.”
Artinya: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
Sholat Istikharah juga bisa menenangkan kita. Ketika ada yang salah dan kita harus membuat pilihan, kita biasanya terlalu tergesa-gesa. Tentu saja, terburu-buru itu tidak baik dan bisa membuat kita salah memilih.
Sholat istikharah juga bisa memberikan kemantapan hati pada diri kita terutama hal-hal yang berhubungan dengan hubungan sosial, jodoh, dan pekerjaan.
Melalui ibadah ini kita harus berserah diri dan memohon petunjuk dari Allah SWT mengenai jalan yang terbaik. Biasanya Allah akan mengirim jawaban tersebut dalam bentuk mimpi atau keteguhan hati yang lebih tinggi ketika mengambil keputusan.
Dengan Shalat Istikharah, kita akan terhindar dari bisikan-bisikan setan. Biasanya saat kita menghadapi permasalahan dan kegundahan hati, setan sangat suka menggoda manusia dan membuat manusia melakukan hal-hal yang tidak seharusnya.
Untuk itu, Shalat Istikharah membantu kita agar terhindari dari bisikan setan serta menjauh dari perbuatan maksiat.
Seperti yang terkandung dalam surah Ali Imran ayat 154, bahwa segala sesuatu itu sebaiknya diserahkan kepada Allah.
Baca juga: Keutamaan Sholat Sunnah Qobliyah Shubuh, Lengkap Beserta Niat dan Tata Caranya
”Sesungguhnya urusan itu seluruhnya ditangani Allah SWT”. (QS Ali Imran : 154)
Ayat di atas menunjukkan bahwa seluruh urusan ada di tangan Allah. Oleh sebab itu, berserah diri dan meminta petunjuk dari Allah agar diberi keputusan yang terbaik oleh-Nya.
Dengan Shalat Istikharah, kita telah berusaha untuk ikhlas dan menyerahkan segala niat atau pilihan hati kita kepada Allah. Shalat istikharah tersebut akan membantu kita agar kita memiliki kelapangan hati.
Jumlah rakaat sholat istikharah adalah dua rakaat.
Lantas, berapa kali seorang muslim bisa melaksanakan sholat istikharah?
Sholat istikharah bisa dilakukan sebanyak satu kali yakni dua rakaat, namun bisa mengulanginya dua atau tiga kali ketika masih ragu.
Sholat istikharah bisa dikerjakan sampai hati timbul perasaan tenang dan yakin terhadap salah satu pilihan yang ada.
Melansir dari sejumlah sumber, sholat Istikharah ini disunnahkan diulang-ulang sebanyak tujuh kali sebagaimana hadis riwayat Ibnu Sunni di dalam kitab Amalul Yaum Wallailah dari Anas bin Malik, Rasulullah saw. bersabda:
«يَا أَنَسُ، إِذَا هَمَمْتَ بِأَمْرٍ فَاسْتَخِرْ رَبَّكَ فِيهِ سَبْعَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ انْظُرْ إِلَى الَّذِي يَسْبِقُ إِلَى قَلْبِكَ، فَإِنَّ الْخَيْرَ فِيهِ» أخرجه ابن السني
“Wahai Anas, jika kamu gundah dengan suatu hal, maka mintalah pilihan (petunjuk) kepada Tuhan mu sebanyak tujuh kali. Kemudian lihatlah yang tersirat pada hatimu, maka sungguh kebaikan ada di dalamnya.” (HR. Ibnu Sunni).
Selain itu, setelah mengerjakan sholat Istikharah, hendaknya harus tetap mengambil sikap, dan dianjurkan untuk mengambil atau mengerjakan pilihan yang dirasa paling pantas di hati.
Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah, "Setelah istikharah, seseorang harus mengerjakan apa yang dirasa baik untuknya.
Di samping itu, hendaknya ia benar-benar bebas dari kehendak pribadi.
Jadi jangan sampai ada perasaan ini pilihan terbaik, sebelum mengerjakan sholat istikharah.
Karena jika demikian, sama halnya tidak istikharah atau kurang tawakkal pada pengetahuan dan kekuasaan Allah."
Atau dengan munculnya isyarat dan simbol-simbol tertentu yang tidak biasa terjadi terkait pilihan tersebut.
Dikutip dari Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh DRS. Moh Rifai, berikut ini bacaan niat sholat istikharah
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lil laahi taalaa.
Artinya: Aku niat sholat sunat istikhoroh dua rakaat karena Allah ta'alaa.
Nah, setelah sholat istikharah, agar hati kita dimantapkan dalam menentukan pilihan, maka ada doa yang bisa dibaca.
Berikut bacaan doa sholat istikharah :
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Allaahumma innii astakhiiruka bi'ilmika wa astaqdiru bi qudratika as'aluka min fadhlikal a'zham fainnaka aqdiru wa ta'lamu wa laa a'lamu wa anta 'allaamul ghuyuubu. Allaahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra khairunlii fi diini wa ma'aasyi wa aaqibati amri faqdirhuli wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi wa in kunta ta'lamu anna hadzlamra syarrunlii fii diini wa ma'aasyi wa aaqibati amri fashrifhu 'anni fashrifni 'anhu, waqdirliyal khaira haautsu kaana tsummaar dhini bihii.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon agar Engkau memilihkan untukku mana yang baik menurut Engkau ya Allah . Dan aku memohon Engkau memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu, dan aku memohon dengan kemurahan-Mu yang agung. Karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Berkuasa, sedang aku tidak mempunyai kekuasaan. Engkau yang mengetahui sedang aku tidak mengetahui, bahkan Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi.
Ya Allah, jika Engkau ketahui persoalan ini baik bagiku, dalam agamaku dan dalam penghidupanku . Tempat kembaliku dan baik pula akibatnya bagiku di dunia dan di akhirat. Maka berikanlah perkara ini kepadaku, dan mudahkanlah ia bagiku, kemudian berikanlah keberkahan bagiku di dalamnya.
Ya Allah, jika Engkau ketahui hal ini tidak baik bagiku, bagi agamaku, dan penghidupanku, dan tidak baik akibatnya bagiku di dunia dan akhirat. Maka jauhkanlah hal ini dariku, dan jauhkanlah aku darinya. Dan berilah aku kebaikan dimana saja aku berada, kemudian jadikanlah aku orang yang rela atas anugerah-Mu.”
(*/bangkapos.com)