TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PSMS Medan berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu FC Bekasi City di Stadion Utama Sumatra Utara, Jumat (30/1/2026).
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, tim berjuluk Ayam Kinantan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim memilih bermain hati-hati. Tempo pertandingan cenderung berjalan lambat dengan aliran bola lebih banyak berkutat di lini tengah. Hingga 10 menit pertama, belum ada peluang berbahaya yang benar-benar mengancam gawang masing-masing tim.
Peluang pertama PSMS Medan tercipta pada menit ke-11 melalui Dani Saputra. Gelandang andalan Ayam Kinantan itu mencoba peruntungan lewat tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang FC Bekasi City.
Setelah peluang tersebut, pertandingan kembali berjalan monoton. Hingga memasuki menit ke-20, kedua kesebelasan masih kesulitan membongkar pertahanan lawan meski dukungan ribuan suporter PSMS Medan terus menggema di stadion.
FC Bekasi City mulai memberikan ancaman pada menit ke-24. Renan Da Silva berhasil menusuk dari sektor kanan pertahanan PSMS, namun penyelesaian akhirnya belum maksimal setelah sepakannya melebar dari gawang yang dikawal Reky Rahayu.
Tensi pertandingan mulai meningkat pada menit ke-27 setelah Madon melakukan pelanggaran terhadap Saddam di sektor kiri pertahanan PSMS Medan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-32. PSMS Medan berhasil unggul lebih dulu melalui Felipe Cadenazzi. Gol tersebut berawal dari serangan yang dibangun dari sisi kanan. Antoni, yang menjalani laga kandang bersama PSMS, mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti dan langsung disambut sundulan keras Cadenazzi.
Bola meluncur deras ke gawang FC Bekasi City tanpa mampu dihalau penjaga gawang.
Tertinggal satu gol membuat FC Bekasi City meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas mereka hadir pada menit ke-34 melalui tendangan akrobatik Madon, namun bola masih melenceng tipis dari sisi gawang PSMS.
Wasit Candra yang memimpin pertandingan kemudian mengeluarkan kartu kuning pertama pada menit ke-36 kepada Erwin Gutawa akibat tekel keras terhadap Ezechiel.
Tekanan tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38. FC Bekasi City berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Saldi. Serangan diawali dari sisi kiri melalui Renan Da Silva.
Meski sempat disapu Kim Jeung Ho, bola justru jatuh ke kaki Madon yang kemudian memberikan umpan back heel kepada Diandra. Sepakan keras Diandra sempat ditepis Reky Rahayu, namun bola muntah tersebut langsung disambar Saldi hingga menggetarkan jala gawang PSMS. Skor berubah menjadi 1-1.
Menjelang turun minum, tensi pertandingan kembali meninggi. Ari Maring diganjar kartu kuning pada menit ke-41 setelah melakukan pelanggaran terhadap Indra Feri.
PSMS Medan hampir kembali unggul di menit-menit akhir babak pertama. Kombinasi Dani Saputra dan Antoni menghasilkan peluang matang bagi Felipe Cadenazzi, namun penyelesaian akhir striker asal Argentina itu masih belum menemui sasaran setelah bola melambung di atas mistar gawang.
Hingga empat menit tambahan waktu berakhir, skor imbang 1-1 tetap bertahan menutup jalannya babak pertama.
Memasuki babak kedua, PSMS Medan langsung tampil agresif. Pada menit ke-46, Antoni kembali mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang disambut Dani Saputra dengan tendangan voli, namun bola masih membentur pemain bertahan FC Bekasi City.
Dua menit berselang, PSMS Medan mendapatkan hadiah penalti. Umpan terobosan Adlin berhasil membebaskan Ari Maring yang lolos dari pengawalan dan berhadapan langsung dengan kiper Ikram. Dalam situasi tersebut, penjaga gawang FC Bekasi City terpaksa melakukan pelanggaran saat Ari Maring berusaha melewatinya.
Wasit Candra tanpa ragu menunjuk titik putih sekaligus mengganjar Ikram dengan kartu kuning.
Felipe Cadenazzi yang dipercaya sebagai algojo penalti sukses menjalankan tugasnya. Sepakan kaki kirinya mengarah ke pojok kanan gawang dan mengecoh Ikram, sekaligus membawa PSMS Medan kembali unggul 2-1 pada menit ke-53.
Selepas gol tersebut, pertandingan kembali berlangsung keras. Wasit kembali mengeluarkan kartu kuning pada menit ke-56 kepada Antoni akibat pelanggaran terhadap pemain FC Bekasi City.
PSMS Medan terus menekan pertahanan lawan. Pada menit ke-62, umpan spekulatif Dani Saputra berhasil diterima Ari Maring dari sektor kiri. Namun, kontrol bola yang kurang sempurna membuat peluang tersebut mampu diamankan dengan baik oleh kiper Ikram.
Dalam upaya mengejar ketertinggalan, FC Bekasi City melakukan pergantian pemain pada menit ke-64. Ikhsan Chan dan Dery masuk menggantikan Diaz Angga dan Renan Da Silva. Ikhsan Chan, yang merupakan mantan pemain PSMS Medan musim lalu, tampil menghadapi mantan timnya di hadapan publik Stadion Utama Sumatra Utara.
Dani Saputra kembali diganjar kartu kuning pada menit ke-72 setelah melakukan pelanggaran terhadap Sunni.
PSMS Medan kemudian melakukan rotasi pemain pada menit ke-76 dengan menarik keluar Felipe Cadenazzi dan memasukkan Rudiyana.
Keunggulan satu gol membuat pasukan Ayam Kinantan tampil semakin percaya diri dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Peluang emas kembali tercipta pada menit ke-81 ketika umpan silang ke dalam kotak penalti disambut sundulan Rudiyana yang mengarah ke Antoni. Namun, sepakan jarak dekat Antoni masih mampu digagalkan kiper Ikram.
FC Bekasi City kembali melakukan pergantian pemain pada menit ke-84 dengan memasukkan Fadli dan Andre menggantikan Ramadan dan Diandra.
PSMS Medan juga melakukan pergantian pada menit ke-86. Lastori dan Qadri masuk menggantikan Antoni dan Adlin guna menjaga intensitas permainan.
Menit ke-88, Andre diganjar kartu kuning setelah menjegal Ari Maring. Tak berselang lama, Sunni kembali melanggar Ari Maring sehingga wasit kembali mengeluarkan kartu kuning dan PSMS Medan memperoleh tendangan bebas pada menit ke-89. Namun, eksekusi Qadri masih mampu ditepis oleh kiper Ikram.
Wasit memberikan tambahan waktu selama sembilan menit. Meski kedua tim sempat menciptakan beberapa peluang di masa injury time, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Di penghujung laga, Ari Maring ditarik keluar dan digantikan Zikri.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan PSMS Medan atas FC Bekasi City.
Usai pertandingan, pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto mengungkapkan rasa syukurnya atas raihan tiga poin di kandang. Ia menilai para pemain tampil luar biasa karena mampu menjalankan instruksi sejak menit awal hingga akhir pertandingan.
“Alhamdulillah, terima kasih. Tiga poin di home lagi. Pemain luar biasa dari menit awal sampai akhir menjalankan instruksi dengan baik dan dengan kerja keras mereka layak menang,” ujar Eko.
Meski demikian, Eko mengakui masih terdapat kekurangan, terutama saat tim lengah mengantisipasi bola-bola servis yang berujung kebobolan. Ia menegaskan seluruh aspek permainan akan kembali dievaluasi jelang putaran ketiga.
“Nanti kita akan perbaiki di pertandingan selanjutnya. Setiap laga pasti kami evaluasi, termasuk finishing. Ke depan pertandingan akan lebih berat,” katanya.
Dengan kemenangan ini, PSMS Medan naik ke peringkat ke-5 klasemen sementara Pegadaian Championship musim 2025/2026 dengan perolehan 26 poin. Peluang Ayam Kinantan untuk bertahan di lima besar pun masih terbuka besar jelang putaran ketiga. Namun kans tersebut masih menunggu hasil pertandingan Persiraja Banda Aceh menghadapi PSPS Pekanbaru pada Minggu (1/2/2026).
Menanggapi hal tersebut, Eko menyebutkan bahwa dirinya tidak ingin terlalu memikirkan hasil tim lain. Ia memilih fokus memaksimalkan performa PSMS Medan, terutama saat tampil di laga kandang.
"Saya berpikir secara pribadi setiap pertandingan kita hanya fokus pada tim. Saya tidak berpikir kepada dari hasil tim lain. Kita maksimalkan dulu setiap home harus sapu bersih," ungkapnya.
Sementara itu, pemain anyar PSMS Medan Antoni turut bersyukur atas kemenangan yang diraih. Ia berharap ke depan PSMS Medan mampu terus meraih hasil maksimal dan dirinya dapat memberikan kontribusi lebih baik.
“Alhamdulillah kita bisa meraih poin di home. Semoga selanjutnya bisa dapat tiga poin terus dan saya bisa memberikan yang terbaik buat PSMS,” ucap Antoni.
Di sisi lain, pelatih FC Bekasi City Widyantoro tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski belum mampu membawa pulang poin dari Medan.
“Puji syukur pertandingan ini berjalan baik. Saya ucapkan selamat kepada PSMS Medan dan terima kasih kepada pemain FC Bekasi City yang sudah berjuang. Hasil ini akan kami evaluasi,” ujar Widyantoro.
Hal senada disampaikan kapten FC Bekasi City, Sunni. Ia menilai kekalahan ini harus menjadi bahan pembelajaran bagi tim ke depannya.
“Terima kasih untuk PSMS Medan. Hasil pertandingan malam ini akan kami evaluasi agar ke depan bisa tampil lebih baik lagi,” kata Sunni.
(Cr29/tribun-medan.com)