TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Tim SAR gabungan menemukan korban kedua bencana tanah longsor di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jumat (30/1/2026).
Dengan ditemukannya korban tersebut, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan berakhir.
Korban bernama Hamim (60) ditemukan dalam kondisi meninggal, sekira pukul 12.50.
Jasad korban ditemukan tertimbun material longsor di salah satu titik yang sebelumnya telah dipetakan oleh tim pencari.
Baca juga: Penanganan Banjir Pemalang, Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga
• Maling Kesakitan Terjungkal ke Selokan di Semarang: Sangkar Hancur, Burung Terbang ke Pemilik
• Curhat Kepala SMPN 2 Pringapus: Perbaikan Toilet Tertunda Lagi, Dana BOS Buat Bayar Tenaga Non ASN
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, proses pencarian melibatkan berbagai unsur dalam tim SAR gabungan.
Sejak pagi, tim melakukan penyisiran secara intensif di area longsoran dengan peralatan manual maupun bantuan anjing pelacak (K9).
"Korban ditemukan meninggal dan langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke rumah duka," ujar Kapolres AKBP Rendy.
Setelah proses evakuasi korban kedua selesai, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi longsor untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun. Hasilnya, tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan korban.
'Setelah dipastikan tidak ada korban lain, operasi pencarian korban tanah longsor di Kecamatan Watukumpul resmi ditutup," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengatakan, setelah enam hari pencarian di medan berat, tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua petani yang tertimbun tanah longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.
Dengan ditemukannya korban terakhir pada Jumat (30/1/2026), operasi pencarian resmi ditutup.
Pencarian korban, kedua berlangsung penuh tantangan. Tim harus menghadapi hujan yang turun sewaktu-waktu, medan licin, kabut tebal, serta suhu dingin yang cukup menyengat.
Selain itu, tim juga dibayangi kekhawatiran akan potensi longsor susulan.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, seluruh proses operasi pencarian dinyatakan selesai dan resmi ditutup pada pukul 14.00."
"Terima kasih atas seluruh upaya tim SAR gabungan sehingga para korban berhasil ditemukan," tutup Budiono.
Sebelumnya, tim SAR Gabungan menemukan satu korban tertimbun tanah longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.
Korban bernama Aksinudin (40) ditemukan dalam kondisi meninggal pada Senin (26/1/2026).
Baca juga: Rasti Selamatkan Dua Cucu di Tengah Banjir Bandang Pemalang
• BREAKING NEWS, Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Desa Cempereng Batang, Korban Pembunuhan?
Akibat peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan hilang setelah tertimbun material longsoran saat berada di area persawahan.
Longsor terjadi sekira pukul 06.00 di Dusun Siranti, kawasan Perhutani, yang berjarak sekira satu kilometer dari permukiman warga.
Material tanah dan lumpur dari perbukitan menutup area persawahan yang saat itu sedang digarap oleh warga.
Perangkat Desa Bongas, Andi Hakim mengatakan, dua warga yang hingga kini masih dalam pencarian masing-masing bernama Hamim (60) dan Aksinudin (40).
Keduanya merupakan ayah dan anak yang sedang menabur benih padi saat longsor terjadi secara tiba-tiba.
"Longsor terjadi mendadak sekira pukul 06.00. Sebelumnya hujan deras turun sejak malam dan saat kejadian masih gerimis," ujar Andi.
Selain dua korban hilang, terdapat satu saksi yang berada di lokasi kejadian dan berhasil menyelamatkan diri.
Menurut keterangan warga, kondisi tanah di area tersebut memang labil karena berada di bawah kawasan hutan Perhutani.
Longsor mengakibatkan material tanah dan lumpur menimbun area persawahan dengan luasan diperkirakan mencapai sekira 10 hektare yang tersebar di beberapa titik.
"Tanaman padi yang baru ditanam rusak tertutup lumpur, dan aktivitas pertanian warga lumpuh sementara," ucapnya.
Tak hanya itu, bencana longsor juga menimbulkan kerugian material lainnya. Sedikitnya lima kambing milik warga dilaporkan ikut tertimbun material longsoran. (*)