Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengamat Ekonomi Lampung, Erwin Octavianto, menilai proyek pengembangan jalur dan layanan kereta Trans Sumatera (Trans-Sumatra Railway) bukan sekadar pembangunan transportasi, melainkan investasi strategis yang berpotensi menjadi pengungkit ekonomi kawasan di sepanjang lintasan rel, termasuk Provinsi Lampung.
Menurut Erwin, kehadiran Trans Sumatera Rail berpeluang menciptakan economic corridor baru yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi penting. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar stasiun, tetapi juga pada pengembangan kawasan industri, pusat distribusi, permukiman, hingga pelaku UMKM.
“Ini bukan hanya pembangunan jalur rel, tetapi investasi infrastruktur yang mendorong pengembangan kawasan industri, logistik hub, serta menciptakan efek pengganda lintas sektor yang menghidupkan ekonomi lokal,” ujar Erwin, yang juga menjabat sebagai Kepala Peneliti Ekonomi Regional Transportasi di Pusat Studi Kota dan Daerah.
Ia menambahkan, pembangunan Trans Sumatera Rail juga berpotensi memberikan efisiensi fiskal jangka panjang bagi daerah.
Dengan peralihan angkutan berat dari jalan raya ke rel, beban anggaran untuk perawatan jalan baik APBD maupun APBN dapat ditekan, sekaligus mengurangi kemacetan dan kerusakan akibat kendaraan overdimension dan overload (ODOL).
“Dalam jangka panjang, biaya publik untuk pemeliharaan jalan dapat ditekan, sehingga tercipta stabilitas ekonomi regional yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, Erwin menilai transportasi rel memiliki keunggulan dari sisi stabilitas operasional, karena relatif lebih tahan terhadap fluktuasi harga BBM dan gangguan cuaca. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran logistik, stabilitas pasokan, dan pengendalian harga.
Dengan dukungan jaringan Trans Sumatera Rail, Lampung dan provinsi lain di Sumatera diharapkan lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi global, sekaligus meningkatkan daya saing wilayah, mengoptimalkan sumber daya alam, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih merata.
Erwin menyebut proyek ini sebagai bagian dari transformasi besar Sumatera menuju wilayah yang lebih terhubung, efisien, dan tangguh secara ekonomi. Ia berharap pembangunan yang saat ini berjalan dapat menjadi solusi atas tantangan transportasi sekaligus mendorong percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pascapandemi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)