Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Sejumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Bandar Lampung mengapresiasi peningkatan pelayanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang yang dinilai semakin nyaman dan aman.
Salah satu penumpang, Devi Eprita Natalia, menyebut tarif tiket kereta api masih terjangkau, yakni Rp29.000 untuk perjalanan sekitar 150 kilometer. Ia juga menilai perjalanan kereta berlangsung aman meskipun terkadang terdapat kursi kosong di beberapa gerbong.
“Meski kadang terlihat kosong, kereta tetap berjalan dengan baik dan aman,” kata Devi, Jumat (30/1/2026).
Petugas Stasiun Bandar Lampung menjelaskan, kursi kosong umumnya terjadi akibat pembatalan tiket yang tidak dilakukan secara resmi oleh penumpang, serta gangguan operasional seperti perubahan jadwal kereta.
Kepala Kantor PT KAI (Persero) Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy, mengatakan masih banyak penumpang yang tidak membatalkan tiket karena harus datang langsung ke stasiun, sementara biaya transportasi menuju stasiun dinilai lebih mahal dibandingkan biaya pembatalan tiket sebesar Rp35.000.
“Kalau tiket tidak dibatalkan, maka tidak bisa kami rilis kembali ke sistem, sehingga kursi menjadi kosong,” ujar Hendy.
Ia menjelaskan, sistem pelepasan otomatis tiket bagi penumpang yang tidak melakukan boarding belum sepenuhnya diterapkan di wilayah Lampung, berbeda dengan wilayah Jawa yang sudah memiliki sistem ticketing terintegrasi.
Ke depan, PT KAI berencana membangun real ticketing system di Lampung agar tiket yang tidak digunakan dapat dilepas kembali dan dijual kepada calon penumpang lain.
Selain itu, PT KAI Divre IV Tanjungkarang memastikan tetap mempertahankan tarif subsidi Public Service Obligation (PSO) sesuai kebijakan pemerintah untuk menjaga layanan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meninjau langsung pelayanan kereta api di Stasiun KAI Divre IV Tanjungkarang. Ia menilai tingkat keterisian penumpang kereta api di wilayah tersebut sudah mendekati 100 persen, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi ini.
“Dari sisi kapasitas, kenyamanan, dan ketepatan waktu, kereta api sudah cukup baik. Keselamatan juga harus terus menjadi perhatian utama,” kata Bambang.
Ia mendorong percepatan pembangunan jalur Kereta Api Trans Sumatra yang masih tersisa sekitar 1.000 kilometer guna mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )