Gaji Buruh Proyek PT KSP Belum Dibayar, Pekerja di Batam Kecewa dan Ancam Demo
January 30, 2026 11:23 PM

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id  - Sejumlah pekerja galangan kapal yang mengerjakan perbaikan kapal tugboat ASGAR, mengeluhkan persoalan gaji yang belum dibayarkan oleh perusahaan galangan kapal di Tanjung Uncang Batam. 

Buruh mengaku telah bolak-balik mendatangi pihak galangan kapal, untuk mempertanyakan persoalan gaji. Namun tak kunjung mendapat respons. 

"Kami meminta hak kami, tapi kami seolah seperti pengemis. Kami sekarang di depan PT Karya Sukses Persada tempat kami mengerjakan kapal. Tapi kami macam dipimpong, gak ada yang mau menerima kami," ujar seorang pekerja Epan Arman kepada Tribun Batam, Jumat (30/1/2026). 

Epan mengaku dirinya bersama sejumlah temannya tengah berada di lokasi galangan, berharap gaji mereka segera dibayarkan.

"Takutnya kami khilaf, gara-gara gaji gak seberapa jadi anarkis. Kami berharap gaji kami dibayarkan. Kami butuh itu uang. Kami mau bayar rumah, listrik, beras," katanya. 

Kini, para pekerja mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika hak mereka tidak segera dipenuhi.

Epan mengatakan, mestinya manajemen perusahaan tak berbuat jahat kepada buruh kasar seperti mereka.

Terlebih kapal yang dikerjakan diketahui milik Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. Ironisnya, upah mereka oleh pihak galangan PT Karya Sukses Persada tak kunjung dibayarkan. 

Epan mengungkapkan kronologis awal persoalan. Hal itu bermula saat mereka ditawari mengerjakan kapal tugboat ASGAR dengan janji pembayaran setelah pekerjaan selesai.

"Kami adalah pekerja galangan kapal. Kami ditawari mengerjakan kapal tugboat ASGAR, yang disebut sebagai salah satu kapal milik Wakil Gubernur Kepri. Kami dijanjikan akan dibayar setelah pekerjaan selesai,” ujar Epan.

Menurutnya, pekerjaan perbaikan kapal tersebut telah rampung pada 15 Januari 2026 dan pihak perusahaan menjanjikan pembayaran upah pada 20 Januari 2026. Namun hingga kini, janji tersebut tak kunjung direalisasikan.

"Sampai sekarang yang kami terima hanya janji. Seolah-olah hak kami dipermainkan,” tegasnya.

Epan juga menyayangkan sikap manajemen perusahaan yang dinilai tidak kooperatif. 

"Sekarang kami sudah datang ke kantor mereka, tapi tidak ada satu pun yang mau menemui kami,” tambahnya.

Para pekerja berharap pihak PT Karya Sukses Persada segera menyelesaikan kewajibannya. Mereka menegaskan akan mengambil langkah aksi terbuka jika tuntutan pembayaran upah tidak segera dipenuhi.

Terpisah, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura membenarkan, kapal ASGAR tersebut miliknya yang saat ini dikerjakan oleh kontraktor di galangan kapal PT Karya Sukses Persada. 

"Iya. Kapal itu dikerjakan di galangan kapal orang. Nanti orang kantor beresin itu, tinggal pembayaran saja. Minggu depan itu dibereskan sama kantor," ujar Nyanyang saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026) sore. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.