TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dalam kehidupan seorang Muslim, semangat beribadah tidak selalu berada dalam kondisi yang stabil.
Ada kalanya seseorang merasa sangat bersemangat mendekatkan diri kepada Allah, namun di waktu lain justru mengalami penurunan motivasi hingga muncul rasa malas dalam menjalankan ibadah.
Kondisi naik turunnya iman tersebut merupakan hal yang manusiawi. Namun, keadaan ini juga sering dimanfaatkan oleh setan untuk menggoda manusia agar lalai dari kewajiban, menunda ibadah, bahkan meninggalkannya secara perlahan.
Godaan tersebut bisa datang dalam bentuk rasa lelah berlebihan, menunda waktu salat, hingga hilangnya keinginan untuk berzikir dan berdoa.
Hati manusia memang mudah berubah. Dalam satu waktu bisa begitu lembut dan dekat dengan kebaikan, namun di waktu lain bisa terasa berat dan jauh dari ketaatan.
Karena itulah, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk terus memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan hati, dijauhkan dari rasa malas, serta dikuatkan dalam menjaga konsistensi ibadah atau yang dikenal dengan sikap istiqomah.
Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak doa. Meminta pertolongan langsung kepada Allah merupakan kunci utama agar hati tetap berada di jalan ketaatan.
Doa menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan membutuhkan pertolongan-Nya untuk melawan godaan serta menjaga semangat beribadah.
• 15 Syaban 1447 H, Malam Nisfu Syaban Berapa Hari Lagi, Ini Tradisi dan Amalan yang Biasa Dilakukan
Berikut ini adalah doa yang dapat diamalkan untuk memohon keteguhan hati, kekuatan iman, dan perlindungan dari rasa malas dalam beribadah.
Audzubillahi minassyaitaanirrajim
Bismillahirrahmanirrahim
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Bacaan Arab latin:
Allahumma musharrifal qulub sharrif qulubana ila tha'atika.
Artinya:
"Ya Allah Zat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami terhadap ketaatan kepada-Mu." (HR Muslim)
Selain memohon keteguhan dalam agama, mengusir rasa malas, doa Allahumma Mushorrifal Quluub Shorrif Qulubana Ala Thoatik ini juga dapat dibaca ketika hati sedang bimbang.
Bimbang dalam menentukan suatu pilihan. Insya Allah dengan doa ini, Allah akan beri hidayah ketetapan hati.
Doa keteguhan hati yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW secara lengkap.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ala dinika.
Artinya:
"Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas Agama-Mu."
Kemudian, Rasulullah SAW melanjutkan dengan doanya membaca penggalan ayat Al Quran berikut:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana min landunka rahmatan innaka anatal wahhab.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami,
dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia." (QS Al Imran ayat 8)
Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran." (*)