Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Tanggal, Puasa, dan Amalan yang Dianjurkan
January 31, 2026 01:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID –  Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban.

Malam harinya disebut waktu istimewa.

Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan Syaban (bulan kedelapan dalam kalender Hijriah), tepatnya pada malam tanggal 15 Syaban.

Nisfu Syaban atau 15 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026 M.

Maka malam Nisfu Syaban 2026 akan dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 malam hari atau setelah matahari terbenam.

Baca juga: Amalan Dahsyat Hari Jumat Ke Dua Bulan Syaban 1447 H, Jelang Masuk Bulan Puasa Ramadhan

Jadwal Puasa Syaban 2026

Nisfu Syaban atau 15 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.

Pada Nisfu Syaban, banyak umat Islam yang menjalankan ibadah sunah, termasuk puasa. Hal itu sebagaimana diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Jika datang malam Nisfu Syaban, salatlah dan puasalah pada siang harinya karena Allah akan menurunkan ampunannya di malam itu, mulai dari terbenamnya matahari hingga pagi hari."

Selain itu, Rasulullah dalam hadis riwayat ‘Aisyah menganjurkan supaya memperbanyak puasa sunah di bulan Syaban ketimbang bulan-bulan lainnya.

Niat Puasa Syaban 2026

نَوَيْتُ الصَّوْمَ فِى النّصفِ مِنْ شَعْبَانَ سُنَّة اللَّهِ تَعَالَى

Nawaitush shauma fin nishfi min sya'bana sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa sunah pada pertengahan bulan Syaban karena Allah SWT."

Amalan Malam Nisfu Syaban 2026

1. Memperbanyak Baca Syahadat

Seorang Muslim wajib melantunkan syahadat setidaknya sekali seumur hidup. Namun, di kehidupan sehari-hari, dua kalimat syahadat juga baik diucapkan.

Berikut bunyi dua kalimat syahadat.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

2. Memperbanyak Istigfar

Di malam yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istigfar sebagai bentuk meminta ampunan kepada Allah SWT.

Berikut bacaannya:

Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih. 

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya."

3. Melakukan Salat Sunah Malam

Di malam Nisfu Syaban akan lebih baik jika memperbanyak ibadah salat sunah seperti salat tahajud, hajat, dan witir.

Salah satu keutamaan orang yang senantiasa menjalankan sholat sunah adalah doa-doanya mustajab atau dikabulkan Allah.

4. Memperbanyak Zikir

Amalan Nisfu Syaban lainnya yakni memperbanyak zikir agar senantiasa mengingat Allah SWT. Berikut bacaan zikir setelah salat sunah:

Tasbih: Subhanallah, artinya Maha Suci Allah. 
Tahmid: Alhamdulillah, artinya Segala Puji Bagi Allah. 
Takbir: Allahu Akbar, artinya Allah Maha Besar.

5. Membaca Surat Yasin 3 Kali

Setelah salat magrib di malam Nisfu Syaban, dianjurkan membaca surat yasin sebanyak tiga kali.

Bacaan yang pertama diniatkan untuk memohon dipanjangkan umurnya dalam kondisi taat dan patuh kepada Allah SWT. Bacaan kedua, diniatkan untuk menolak bala seumur hidup. Bacaan ketiga, diniatkan untuk meminta kecukupan selama hidup di dunia.

6. Memperbanyak Selawat

Selain berserah diri kepada Allah dengan melantunkan doa-doa, di malam Nisfu Syaban juga dianjurkan membaca salawat sebanyak-banyaknya. Berikut bacaannya:

Salawat Khawwash

Shallallaahu ‘alaa Muhammadin

Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

Salawat Ta’zhimul Qiyam

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallim

Artinya: “Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.”

7. Memperbanyak Doa

Berdoa pada malam Nisfu Syaban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, karena malam Nisfu Syaban merupakan waktu diijabahnya doa-doa.

Doa Nisfu Syaban

Berikut doa Nisfu Syaban yang sering dibaca yaitu:

 Allahumma ya dzal manni wala yumannu ‘alaika, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thouli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma amanal khoifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, fam allahumma fi ummil kitabi syaqowati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa‘idan marzuqi muwaffaqan lil khairat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabil munzali ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasau wa yusbit, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallam, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatat di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku disisiMu sebagai orang yang mujur, murah rezeki dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhul Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.