Kasus MBG Pontianak Terbaru: 5 Siswa di Pontianak Utara Tumbang, BGN Tunggu Keputusan Nasib SPPG
January 31, 2026 05:23 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah siswa di wilayah Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Kabar ini dibenarkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Barat, Agus Kurniawi.

Agus menyebut ada lima siswa yang terdampak berdasarkan laporan awal di lapangan.

“Benar ada kejadian itu di Pontianak Utara. Awalnya laporan ada lima siswa," 

Lebih lanjut kata Agus, dari kabar terbaru, empat di antara lima siswa itu telah dipulangkan.

Sedangkan satu siswa masih di Puskesmas untuk mendapat perawatan.

“Benar ada kejadian itu di Pontianak Utara. Awalnya laporan ada lima siswa, tapi terbaru empat sudah pulang dan satu masih di puskesmas. Ini terus kami monitor perkembangannya,” ujar Agus kepada TribunPontianak.co.id, Jumat 30 Januari 2026.

• Viral Kasus Telur Mentah di Program MBG, BGN Lebak Lakukan Evaluasi

Ia menegaskan pihaknya terus memantau kondisi siswa yang masih menjalani perawatan serta memastikan tidak ada penambahan jumlah korban.

“Semoga tidak ada lagi siswa lain yang terdampak,” katanya.

Terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Agus menyebut pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat.

Saat ini, BGN Regional Kalbar belum mengambil keputusan apakah layanan SPPG akan dihentikan sementara atau tetap berjalan.

“Kami masih menunggu instruksi selanjutnya terkait SPPG, apakah operasionalnya dihentikan sementara atau bagaimana. Karena kasus ini baru muncul dan perlu koordinasi lebih lanjut,” jelasnya.

BGN Regional Kalbar memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait guna memastikan keselamatan siswa dan kelancaran evaluasi program.

• Anak Belum Terdaftar Sistem Kenegaraan dan Putus Sekolah Tetap Dapat MBG dari BGN

Update Kasus Keracunan MBG di Ngabang

Kasus ini menjadi yang terbaru usai kasus dugaan keracunan makanan dari menu MBG yang memakan korban puluhan siswa SMA/SMK Maniamas, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu 19 November 2025 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Landak, Benediktus mengungkap kalau Sentra Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) Hilir Kantor II Ngabang yang diduga menjadi dalang peristiwa ini ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sejauh ini, ​dari total 20 SPPG yang beroperasi, hanya 11 yang telah menerima sertifikasi tersebut.

Benediktus menjelaskan, SPPG Hilir Kantor II Ngabang sebetulnya telah mengajukan permohonan SLHS, namun penerbitan sertifikat masih terkendala hasil uji laboratorium.

​"Salah satunya yang belum dapat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi adalah SPPG yang ini, karena hasil labnya dia," tutur Benediktus saat dihubungi, Kamis 20 November.

​Benediktus juga menegaskan, atas adanya kejadian ini, Dinkes Landak akan memperketat pengawasan dapur dan tidak akan memberi toleransi bagi SPPG yang tidak memenuhi standar penerbitan SLHS.

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.