TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Polisi resmi menghentikan penyelidikan atas kematian Lula Lahfah.
Jasad selebgram pacar YouTuber sekaligus streamer gaming Muhammad Reza Oktovian alias Reza Arap, ditemukan di Apartemen Essence Darmawangsa, Jakarta Selatan.
Sejumlah pihak telah dimintai keterangan termasuk Reza Arap.
Meski demikian ada satu yang menjadi sorotan yakni keberadaan tabung whip pink di lokasi kejadian.
Baca juga: Polisi Pastikan Kematian Lula Lahfah Kekasih Reza Arap Bukan Karena Overdosis Obat
Baca juga: Profil Lula Lahfah: Penyebab Meninggal di Apartemen, Pernah Curhat Soal Salah Pilih saat Pemilu
Banyak masyarakat yang penasaran mengenai fungsi sebenarnya dari produk ini dan mengapa pihak otoritas seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai memberikan imbauan keras terkait penggunaannya.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai apa itu Whip Pink, kandungan gas di dalamnya, serta risiko yang mengintai kesehatan jika disalahgunakan.
Whip Pink merujuk pada produk tabung kecil (charger) yang berisi gas Nitrous Oxide (N2O).
Di toko digital (e-commerce) maupun toko perlengkapan dapur, produk ini identik dengan warna tabung merah muda (pink) yang mencolok.
Dalam berbagai iklan di media sosial maupun e-commerce, Whip Pink kerap ditunjukkan sebagai alat pengolah krim (creamer) atau gas pendorong (propellant) untuk membuat dekorasi whipped cream pada minuman dan kue agar teksturnya lebih stabil dan mengembang.
Berdasarkan sumber informasi dari situs resminya, Whip Pink menjual produk dalam tabung silinder dengan kapasitas 640 hingga 2050 gram yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 650.000 hingga Rp 1.900.000.
Fungsi Asli Gas N2O (Gas Tertawa)
Gas Nitrous Oxide yang terkandung di dalam Whip Pink sebenarnya memiliki kegunaan yang sangat spesifik dan legal jika digunakan sesuai peruntukannya: Industri Kuliner:
Sebagai gas pendorong pada tabung whipped cream semprot agar krim dapat keluar dengan konsistensi yang tepat.
Bidang Medis: Digunakan sebagai anestesi ringan atau penghilang rasa sakit dalam tindakan operasi medis maupun kedokteran gigi.
Sektor Otomotif: Dikenal dengan istilah NOS (Nitrous Oxide System) yang berfungsi meningkatkan pasokan oksigen ke ruang bakar mesin untuk menambah daya pacu kendaraan.
Mengapa N2O Disalahgunakan?
Meskipun memiliki fungsi legal, N2O sering disalahgunakan untuk tujuan rekreasi karena dikenal sebagai "Gas Tertawa".
Saat dihirup secara langsung, gas ini memberikan efek:
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa N2O bukan untuk konsumsi bebas.
"Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen," tegas Suyudi dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Bahaya Kesehatan dan Risiko Kematian
Penyalahgunaan gas N2O dengan cara dihirup langsung dari tabung sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Berikut adalah beberapa dampak fatalnya: Hipoksia:
Lula ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.
Kecurigaan muncul setelah pengelola membuka pintu unit dan petugas keamanan mendapati Lula tergeletak kaku di atas kasur.
“Benar bahwa seorang influencer berinisial LL ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence Darmawangsa pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 18.44 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Sehari setelah ditemukan meninggal, pihak keluarga langsung memakamkan jenazah Lula di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026) siang. Keputusan cepat ini diambil setelah jenazah sempat dibawa ke RSUP Fatmawati untuk pemeriksaan awal.
Dalam olah TKP, polisi menemukan tabung whip pink berwarna pink dalam keadaan kosong.
Tabung ini diduga berisi Nitrous Oxide (N2O), dikenal sebagai “gas tertawa” yang belakangan kerap disalahgunakan.
Sidik jari Lula ditemukan pada tabung tersebut, namun asal-usul dan penggunaannya belum terungkap.
Selain itu, polisi juga menyita bercak darah di seprai, tisu bekas, serta 44 butir obat dalam kotak merah jambu. Semua barang bukti dikonfirmasi milik Lula.
Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa Reza Arap tidak berada di TKP saat jasad Lula pertama kali ditemukan.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, asisten Lula berinisial A adalah orang yang pertama kali mendapati Lula tak bernyawa.
Saksi kemudian menghubungi Reza, yang datang beberapa saat kemudian bersama dokter Rizky.
Pemeriksaan medis di lokasi menyatakan Lula telah meninggal dunia.
Polisi menekankan kehadiran Reza adalah bentuk respons cepat setelah dihubungi saksi, bukan saat pertama kali jasad ditemukan.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan spekulasi yang beredar di media sosial.
Dokter Rizky dari Mardhiyah Medical Clinic Depok mengungkap kondisi terakhir Lula saat tiba di apartemen.
“Saat saya temui, kondisi almarhumah sudah tidak sadar,” ujarnya.
Pemeriksaan denyut nadi, jantung, dan pernapasan tidak menemukan tanda kehidupan. Ia menyimpulkan Lula telah meninggal dunia sekitar pukul 19.20 WIB.
“Kewajiban saya adalah mendokumentasikan temuan pemeriksaan dalam bentuk surat, untuk keperluan pengurusan pemakaman oleh pihak keluarga,” jelasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan tidak ada unsur pidana dalam kasus ini.
“Perkara ini oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dinyatakan dihentikan karena tidak ditemukannya tindak pidana dan perbuatan melawan hukum,” ujarnya.
Kasat Reskrim AKBP Iskandarsyah menambahkan, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh Lula.
Polisi juga tidak bisa memastikan penyebab kematian Lula karena keluarga menolak autopsi.
“Kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi,” kata Budi Hermanto. Keputusan keluarga didasarkan pada tidak ditemukannya tanda kekerasan di tubuh Lula.
Meski penyelidikan resmi dihentikan, misteri whip pink di kamar Lula Lahfah, kehadiran Reza Arap, dan keputusan cepat keluarga memakamkan jenazah tetap menyisakan pertanyaan.
Publik pun dibiarkan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di balik kematian sang selebgram. (Tribunnews/Kompas.com)