Partai Baru Harapkan Suara Kalsel, Hasil Pilpres 2024 Jadi Acuan Yakini Jadi Basis Potensial
January 31, 2026 08:42 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemilu 2029 memang masih lama. Namun, dunia politik Indonesia mulai memanas. Muncul sejumlah partai baru yang siap meramaikan persaingan berebut kursi dan kuasa di perhelatan demokrasi mendatang.

Dua di antaranya adalah Partai Gerakan Rakyat dan Partai Gema Bangsa, yang juga mulai menjaring dukungan di Kalimantan Selatan.

“B-Talk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja” menghadirkan Ketua DPP Gerakan Rakyat Korwil Kalsel Ir Soegeng Soesanto MSi dan Ketua DPW Partai Gema Bangsa Kalsel, Mimin, SSos untuk mengupas strategi partainya.

Dipandu Jurnalis BPost, Achmad Maudhody, perbincangan ini ditayangkan live di akun YouTube Banjarmasin Post News Video, Facebook BPost Online dan Instagram @banjarmasinpost, Jumat (30/1). Berikut petikannya:

Apa yang mendasari pendirian Partai Gerakat Rakyat dan Partai Gema Bangsa?

Soegeng: Partai Gerakan Rakyat diputuskan dalam rapat koordinasional ormas Gerakan Rakyat pada 18 Januari 2026. Kendati masih baru, embrio partai ini telah hadir ketika Pilpres yang lalu belum terlaksana. Embrionya adalah relawan-relawan Mas Anies Baswedan saat Pilpres.

Dari semua elemen di luar struktural partai, relawan Mas Anies muncul secara organik, tidak dibentuk dari atas. Tetapi muncul di provinsi. Jadi di Kalsel itu ada Sobat Anies, ABRI dan lainnya. Mereka tumbuh karena kesamaan gagasan yakni perubahan Indonesia yang lebih baik, yang muaranya mendukung Mas Anies.

Baca juga: Banjir di Kabupaten Banjar Masih Terdampak di 17 Desa,  BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Mimin: Terbentuknya Partai Gema Bangsa terutama dari kesamaan gagasan kami, utamanya tokoh-tokoh partai pendiri bangsa di pusat. Terus terkumpul para aktivis yang mempunyai jiwa idealisme yang tinggi, juga rasa ingin adanya sebuah perubahan terhadap bangsa ini. Yang menjadi landasan Gema Bangsa ada tiga yakni  kemandirian bangsa, desentralisasi politik, dan Indonesia reborn.

Terutama desentralisasi. Kita ini kan sudah 28 tahun reformasi, tetapi pada perjalannnya terlihat seperti berkurang semangat reformasi itu. Semula kita ini semangatnya desentralisasi kan. Tapi terlihat pada praktik-praktiknya itu sekarang ini desentralistik. Bisa dikatakan mengalami kemunduran dari reformasi tersebut.

Seberapa yakin bisa lolos verifikasi partai Pemilu 2029?

Mimin: Saya sih yakin sekali. Secara teknis. Saya ini sudah meloloskan dua kali partai terdahulu. Kemudian, ada juga dua calon perseorangan.

Soegeng: Pada Pilpres 2024, Mas Anies mendapatkan suara 35 persen di Kalsel. Saya yakin dan percaya ini menjadi basis potensial Partai Gerakan Rakyat untuk membangun struktur kepartaian sampai ke tingkat bawah.

Secara nasional, seberapa penting partai menganggap Kalsel?

Mimin: Tentu setiap daerah penting untuk nasional. Contoh seperti Kalsel, tentu penting karena juga memiliki sumber daya alam.

Soegeng: Saya rasa semua partai, bahkan partai lama maupun baru setiap provinsi tentu mempunyai makna yang besar. Jadi, Kalsel cukup potensial untuk Partai Gerakan Rakyat.

Ketua Umum Partai Gema Bangsa beberapa waktu lalu menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2029. Ini kenapa “terburu-buru” menyatakan hal tersebut?

Mimin: Saya mengulang apa yang dikatakan oleh Pak Ketum, kami ini ingin berjalan ke depan supaya di tengah jalan itu tidak ada gangguan. Karena partai politik beranggapan kita sebagai peserta pemilu, ya kita tentukan di awal. Tidak ada istilahnya main kucing-kucingan. Main kiri kanan, kami tidak mau seperti itu. (msr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.