Pelaku Perampokan di Pengkol Boyolali Mengaku Sempat Mencekik Korban, Lalu Utangnya Dianggap Lunas
Tribun January 31, 2026 11:32 AM

Aparat Polres Boyolali berhasil menangkap A, terduga pelaku perampokan sadis di rumah Purwanto, pengusaha sate kambing di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Pelaku diringkus saat tertidur di sebuah rumah indekos di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026), setelah sempat melarikan diri usai melakukan aksi kejahatan.

Peristiwa perampokan tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam kejadian itu, A tidak hanya merampok, tetapi juga menganiaya ibu rumah tangga bernama Daryanti (33) serta membunuh anaknya yang masih berusia 6 tahun berinisial AO.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, pelaku berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor milik korban yang dibawa kabur.

“Kami telah menangkap terduga pelaku. Pelaku sempat melarikan diri ke arah Kudus,” ujar AKBP Indra, Jumat (30/1/2026).

Fakta baru terungkap dari video pengakuan pelaku yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, A mengaku masuk ke rumah korban karena pintu pagar tidak terkunci. Ia juga menyebut tidak langsung menyerang, melainkan memanggil korban terlebih dahulu.

“Dar, ini Bang Agus. Aku mau bayar utang,” ujar pelaku dalam video pengakuannya.

Daryanti kemudian keluar menemui pelaku. A sempat meminta nomor rekening korban dengan alasan ingin mentransfer uang dan mengaku mencatatnya. Namun, situasi berubah ketika pelaku tiba-tiba mencekik leher korban.

Dalam pengakuannya, korban sempat memohon agar pelaku menghentikan aksinya.

“Gus, apa ini? Sudah, utangmu anggap lunas saja,” ujar A menirukan ucapan korban.

Meski korban telah memohon, pelaku tetap melanjutkan penganiayaan dengan menyayat leher Daryanti menggunakan pisau cutter. Korban mengalami luka serius namun berhasil selamat.

Sementara itu, polisi masih mendalami kronologi pasti tewasnya anak korban, Orlin (6), yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah dengan posisi kepala terendam di dalam bak mandi.

Pelaku dan Korban Tak Ada Hubungan Keluarga

Kapolres Boyolali menyatakan, secara hukum pelaku dan korban tidak memiliki hubungan keluarga. Namun keduanya diketahui saling mengenal.

Wahyudi (60), kerabat korban, mengatakan pelaku merupakan tetangga korban sendiri.

“Tidak ada hubungan keluarga, tapi pelaku itu tetangga sendiri,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif perampokan dan pembunuhan tersebut.

“Motif dan detail lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan,” kata AKBP Indra.

Korban Selamat Jalani Trauma Healing

Daryanti saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Simo Boyolali. Selain perawatan medis, korban juga mendapatkan pendampingan trauma healing dari Polres Boyolali dan Pemerintah Kabupaten Boyolali.

“Ibu korban masih dirawat dan mendapat pendampingan trauma healing,” ujar AKBP Indra.

Meski kondisinya mulai membaik, korban masih mengalami trauma berat akibat peristiwa tersebut.

Diduga Dipicu Masalah Utang

Keluarga korban menduga aksi keji tersebut dipicu masalah utang. Beberapa hari sebelum kejadian, Daryanti disebut sempat menagih utang kepada pelaku.

“Sekitar lima atau enam hari sebelum kejadian, korban menagih utang. Pelaku marah,” kata Wahyudi.

Sebelumnya, hubungan korban dan pelaku diketahui cukup baik. Bahkan, istri pelaku kerap berkunjung ke rumah korban.

Saat peristiwa terjadi, Purwanto suami Daryanti sedang berada di Singkawang, Kalimantan Barat, sehingga korban tinggal seorang diri bersama kedua anaknya. Purwanto diketahui memiliki usaha warung sate kambing dan tergolong cukup berada.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam. Anak bungsu korban meregang nyawa, sementara sang ibu selamat dengan luka fisik dan trauma psikologis yang mendalam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.