TRIBUNBENGKULU.COM - Jejak terakhir selebgram Lula Lahfah (LL) sebelum ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Jakarta Selatan terungkap melalui rekaman CCTV.
Sehari sebelum kematiannya, Lula terekam mendatangi sebuah kafe di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, bersama seorang rekannya.
Berdasarkan Rekaman CCTV dan Saksi
Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap secara rinci kronologi dan jejak terakhir selebgram Lula Lahfah (LL) sebelum ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan analisis rekaman CCTV dan pemeriksaan terhadap 15 saksi, polisi berupaya memastikan ada atau tidaknya peristiwa pidana dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, membeberkan aktivitas Lula sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, tepatnya pada Kamis (22/1/2026).
Aktivitas Lula dari Apartemen hingga Kafe Gunawarman
Aktivitas terpantau dimulai pada pukul 15.49 WIB, saat Lula terlihat berada di dalam lift bersama rekannya yang berinisial VA untuk keluar dari apartemen.
Keduanya kemudian terlacak menuju sebuah kafe di kawasan Gunawarman pada pukul 16.09 WIB.
"Kita menemukan di suatu kafe di Jaksel di Jalan Gunawarman, saudari LL di lingkaran merah masih bersama orang yang sama saudari VA.
Kita lihat masuk ke dalam restoran dan melakukan aktivitas," jelas Iskandarsyah dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).
Setelah dari kafe, Lula dan VA kembali ke apartemen pada pukul 18.42 WIB menuju lantai unit tempat Lula tinggal.
Ke Rumah Sakit dan Kembali ke Apartemen
Pada malam harinya, sekitar pukul 19.37 WIB, Lula diketahui pergi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan dengan didampingi asistennya yang berinisial C.
Polisi menyebut fakta ini diperkuat dengan bukti fisik yang ditemukan di lapangan.
"Berdasarkan bukti-bukti yang ada kita sudah melihat rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit saudari LL melaksanakan melakukan pengobatan di rumah sakit di Jaksel dengan pengakuan C diperkuat," tambah Iskandarsyah.
Sekitar pukul 22.00 WIB, saat Lula masih berada di rumah sakit, asisten rumah tangganya yang berinisial A mengambil sebuah bungkusan titipan di lobi apartemen.
Lula kemudian terlihat kembali masuk ke unit apartemennya pada pukul 22.51 WIB, dan seluruh aktivitas pada hari itu dinyatakan selesai.
Kecurigaan di Hari Penemuan
Kecurigaan muncul keesokan harinya, Jumat (23/1/2026), karena Lula tidak terlihat berolahraga pagi seperti biasanya.
Pintu unit kamar Lula juga tidak mendapat respons meskipun telah dicoba dibuka oleh asistennya.
Pintu Dibuka Paksa, Lula Ditemukan Tak Bernyawa
Titik krusial terjadi pada pukul 17.47 WIB, saat pihak engineering apartemen dipanggil untuk membuka pintu secara paksa karena kondisi kunci yang terkunci dari dalam.
"Berdasarkan keterangan saksi, kunci kamar dari unit LL terkunci dari dalam maka engineering membuka kunci secara paksa sehingga LL ditemukan tergeletak terbujur kaku," ungkap Iskandarsyah.
Setelah penemuan tersebut, rekan-rekan korban, termasuk VA dan C, datang ke lokasi.
Berdasarkan rekaman CCTV, kekasih Lula yang berinisial RA atau Reza Arap baru hadir di apartemen pada pukul 19.21 WIB bersama tim dokter untuk memastikan kondisi Lula.
Polisi Hentikan Penyelidikan
Polisi sebelumnya menyatakan menghentikan penyelidikan kasus kematian Lula Lahfah setelah tidak menemukan adanya peristiwa pidana.
"Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal. Saya rasa sudah cukup bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan pidana di sini terkait penemuan jenazah LL," jelas Iskandarsyah.
Dengan dihentikannya penyelidikan tersebut, Iskandarsyah meminta publik tidak berspekulasi mengenai kematian Lula.