TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aksi pencurian burung trucukan atau merbah cerukcuk di Semarang ini menyisakan cerita tersendiri. Pelakunya apes dan viral di media sosial.
Sementara kondisi terakhir burung yang dicuri diungkap keluarga korban.
Sikapnya jadi berubah.
Lokasi pencurian tepatnya di Jalan Plamongan Permai Raya, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Baca juga: Viral Video Polisi di Grobogan Digerebek Rombongan Istri saat di Rumah Janda, Pintu Digedor 20 Menit
• Sosok Agus Pelaku Perampokan Sadis Juragan Sate Kambing di Boyolali, Video Pengakuannya Beredar
Pelaku bukan hanya gagal membawa hasil curian, tetapi juga terjatuh keras ke selokan usai beraksi, sementara burung incarannya justru terbang hingga akhirnya kembali pulang ke rumah pemilik.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/1/2026) dini hari, sesaat sebelum waktu salat Subuh.
Rekaman CCTV warga yang beredar luas memperlihatkan seorang pria mengenakan jaket hitam dan celana panjang memanjat tembok rumah warga.
Dari luar pagar, pria tersebut berusaha meraih sangkar burung trucukan yang digantung di atap teras rumah.
Setelah mengambilnya, dia mencoba kabur dengan melompat dari ketinggian sekitar 1,5 meter.
Di bawahnya, terdapat selokan yang membentang di pinggir jalan perumahan.
Namun upaya pelarian itu berujung petaka.
Kaki pelaku tak sampai menginjak bibir selokan seperti yang diharapkan.
Dia justru terperosok ke dalam selokan, sementara tubuhnya menghantam keras tepi selokan dengan posisi menghadap ke bawah.
Dada pelaku membentur pinggiran beton, sedangkan sangkar burung terlepas dan hancur.
Benturan keras itu membuat burung trucukan di dalam sangkar terbang bebas.
Pelaku tampak terdiam beberapa saat di dalam selokan, sebelum akhirnya bangkit dengan tertatih, mengambil sandal yang terlepas, lalu meninggalkan lokasi.
Ketua RW 4 setempat, Sumartopo, mengatakan kejadian tersebut baru diketahui warga setelah terdengar suara benda jatuh di depan rumah.
“Jadi kejadiannya itu sebelum Subuh, warga dengar suara ‘brak’ seperti benda jatuh. Setelah dicek, ternyata ada sangkar burung di pinggir jalan dan kondisinya rusak,” kata Sumartopo ketika ditemui Tribunjateng.com, Jumat (30/1/2026).
Curiga dengan kejadian itu, warga kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lingkungan perumahan.
Dari situlah terungkap adanya aksi pencurian burung yang gagal total.
“Dari CCTV kelihatan dia datang naik motor sama temannya. Mereka muter-muter dulu di perumahan, lalu yang satu manjat tembok, temannya nunggu di motor,” jelas dia.
Menurut Sumartopo, pemasangan CCTV di hampir setiap sudut perumahan dilakukan sebagai langkah antisipasi tindak kejahatan.
Dia bersyukur kejadian tersebut berlangsung sebelum warga keluar rumah untuk salat Subuh.
“Kalau sampai ketangkap basah warga, malah takutnya jadi sasaran massa,” ungkapnya.
Hal menarik justru terjadi beberapa jam setelah peristiwa tersebut.
Mardi (68), orang tua pemilik rumah, menceritakan burung trucukan yang sempat kabur ternyata kembali ke rumah pada pagi harinya.
“Sekitar jam tujuh, burung itu nangkring di atas kanopi, di bawah AC teras rumah,” kata Mardi.
Melihat burung peliharaannya kembali, keluarga pun langsung mengamankannya dan memasukkan ke sangkar baru.
“Ternyata burungnya balik lagi, akhirnya dimasukkan ke sangkar yang baru,” imbuhnya.
Meskipun demikian, lanjut Mardi, burung itu sudah dua hari terakhir tak mau berkicau.
Dia menduga bahwa burung itu masih mengalami stres akibat pencurian dan terjatuhnya sangkar yang dibawa pencuri.
Meski rumahnya jadi sasaran pencurian, Mardi justru mengaku merasa iba melihat kondisi pelaku yang terjatuh cukup keras.
“Itu burung trucuk, kalau dijual harganya paling sekitar Rp100 ribu. Sebenarnya kasihan juga pencurinya, jatuhnya sepertinya keras, seperti kebanting, kena dadanya,” tuturnya.
Dia bahkan mengatakan tak keberatan membantu jika pelaku datang dengan cara baik-baik.
“Kalau dia minta uang buat makan, kemungkinan saya kasih. Tidak perlu mencuri,” ungkapnya.
Mardi juga mengungkapkan bahwa rumah tersebut sudah beberapa kali menjadi sasaran kejahatan.
Tahun lalu, dua ekor burung kenari miliknya sempat dicuri, masing-masing bernilai sekitar Rp 400 ribu.
Selain itu, sepeda motor dan sepeda juga pernah raib dari rumah tersebut. (*)