Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu 1 Februari 2026, Pekan IV Tahun A
January 31, 2026 11:34 AM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks panduan tata perayaan ekaristi hari Minggu 1 Februari 2026.

Teks panduan tata perayaan ekaristi hari Minggu lengkap renungan harian Katolik.

Teks panduan tata perayaan ekaristi hari Minggu disiapkan untuk Minggu biasa IV tahun A dengan warna litutrgi hijau.

Teks panduan tata perayaan ekaristi hari Minggu disusun oleh Pater Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Ikuti perayaan ekaristi hari Minggu dengan penuh iman.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Minggu 1 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

PERSIAPAN MISA
 

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. 

Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. 

Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 
U : Amin. 
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 
U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini kita merayakan Minggu Keempat dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk mencari Tuhan dan melakukan yang benar. Bacaan pertama mengetengahkan sisa Israel, yaitu mereka yang setia kepada Yahweh. Mereka melakukan hal-hal yang benar dalam kesederhanaan mereka. Kita diajak untuk menjadi sisa Israel yang jujur, tidak berbohong dan hidup apa adanya. Dalam bacaan kedua, kita akan mendengarkan refleksi Rasul Paulus tentang karya agung Allah. Allah tidak memakai orang yang kuat, tetapi mereka yang lemah agar makin nyata kuasa-Nya. Kita semua adalah rekan kerja Allah. Kesediaan kita untuk dipakai oleh Allah merupakan awal dari pelaksanaan karya agung Allah melalui kita. Meskipun mungkin kita lemah dan tidak diandalkan di mata manusia, namun jika kita bersedia, maka Tuhan akan melengkapi yang masih kurang pada kita. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan ucapan Sabda Bahagia. Yesus memuji berbahagia mereka yang melakukan kebenaran, kebaikan, keadilan, dan yang setia kepada Tuhan. Kita diajak untuk setia kepada Tuhan agar kita bisa menikmati kebahagiaan hidup di dunia ini dan kelak di surga. [hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohonkepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.] 

P : Kemuliaan kepada Allah di surga 
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. 
P : Kami memuji Dikau, 
U : Kami meluhurkan Dikau. 
P : Kami menyembah Dikau, 
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. 
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. 
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal. 
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa. 
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. 
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. 
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. 
U : Karena hanya Engkaulah kudus. 
P : Hanya Engkaulah Tuhan. 
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus. 
P : bersama dengan Roh Kudus, 
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah yang mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki agar kami semua selamat dan menikmati kebahagiaan kekal bersama-Mu. Semoga kami selalu hidup benar dan baik sesuai dengan perintah-Mu, agar kami dapat menikmati kebahagiaan hidup kami di dunia ini dan kelak di surga bersama-Mu.Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar kan Sabda Tuhan dan menerimanya agarSabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 
[Bacaan dibacakan dari Alkitab atau Lectionarium]

07. BACAAN PERTAMA (Zef. 2:3; 3:12-13) 

L : Bacaan dari Kitab Zefanya.

"Carilah Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di negeri, hai semua yang melakukan hukum-Nya: carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan." Dan Allah berfiriman, "Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring tanpa ada yang mengganggunya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah. 
 
08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mat. 5:3) 

Berbahagia orang yang suci hatinya sebab bagi mereka Kerajaan Surga.
Mzm 146:1.7.8-9a.9b-10 Dialah yang menegakkan keadilan, 
bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar,  Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. (Refren)

Tuhan membuka mata orang buta, 
Tuhan menegakkan orang yang tertunduk,
Tuhan mengasihi orang-orang benar. 
Tuhan menjaga orang-orang asing. (Refren)

Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 
Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allah-Mu, ya Sion, turun-menurun! (Refren)

09. BACAAN KEDUA (1Kor. 1:26-31) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

Saudara-saudara, coba ingatlah bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barang siapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA (Mat. 5:12a) 

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Bersukacitalah dan bergembiralah, * sebab besar ganjaranmu di surga.
U : Alleluia

11. INJIL (Mat. 5:1-12a) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga."

P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Kita barusan mendengarkan bacaan Injil tentang Kotbah Yesus di bukit. Pengajaran Yesus ini amat agung karena Ia menyentuh hal-hal yang paling mendasar dari kebutuhan rohani manusia. Kita dalami satu dua pokok yang bisa membantu kita menjadi orang yang berbahagia.Pertama, tempat kotbah, di bukit. Penginjil menulis bahwa Yesus naik ke atas bukit, supaya Ia bisa melihat orang banyak dan orang banyak juga bisa melihat-Nya. Kemudian Ia mengajarkan mereka tempat yang lebih tinggi. Pengajaran-Nya amat berwibawa karena Ia memuji bahagia orang-orang yang melakukan hal-hal baik. Pemilihan tempat di bukit ini menghadirkan makna tertentu. Pertama-tama hal ini mengingatkan para pendengar-Nya akan pemberian Sepuluh Perintah Allah di Sinai. Di Sinai, Tuhanmemberikan petunjuk untuk hidup baik dengan mengundang Musa selaku wakil dari orang Israel untuk menerima kedua loh batu di atas gunung Sinai. Kini, Tuhan sendiri yang berjalan di depan para pendengar-Nya, dan memberikan petunjuk hidup bahagia. Yang berbeda dengan yang di Sinai yang hukumnya berisikan larangan-larangan (seperti janganmencuri, jangan membunuh, dan seterusnya), di sini hukum itu diberikan dalam bentuk yang positif, yang mengajak dan meneguhkan. Tuhan hadir untuk meneguhkan mereka yang berbuat baik. Dengan berada di tempat yang lebih tinggi, Yesus hendak menyatakan bahwa Tuhan memperhatikan semuanya. Dia memandang juga penderitaan kita dan Dia membantu kita untuk kuat menjalaninya. Ketika kita merasa lelah dan putus asa, ingatlah bahwa Tuhan tetap ada di atas bukit, memandang dan meneguhkan kita.Kedua, isi pengajaran, berbahagia. Kebahagiaan adalah hal yang ingin dicari oleh manusia. Selama orang belum merasa bahagia, batinnya tidak merasa nyaman dan ia terus hidup dalam kegelisahan. Dalam Injil, Yesus memulai pengajaranNya dengan meng ucapkan kata ‘berbahagialah!’. Kata ini mengandung dua arti yaitu memuji mereka yang melakukan perbuatan baik dan serentak juga mengundang semua orang untuk melakukan kebaikan. Kebahagiaan terletak dalam kemiskinan batin yang menggantungkan seluruh hidup kepada Tuhan. Ia tidak memiliki apa-apa, selain dari Tuhan yang tidak boleh dilepaskannya. Kebahagiaan juga terletak dalam kelemahlembutan yang mengalahkan kekerasan. Kelemahlembutan mendatangkan kedamaian dan merangkul atau mempersatukan semua pihak, sedangkan kekerasan mendatangkan kerusakan dan perpecahan dalam kebersamaan. Kebahagiaan juga terletak dalam pelaksanaan hal yang benar sekalipun penuh perjuangan dan penderitaan. Kadang kala orang menipu dan kelihatan sesaat ia gembira, tetapi dalam jangka panjang, ia menderita karena ia tidak mengatakan yang benar. Mari kita berupaya untuk tekun mendengarkan dan melaksanakan Sabda Tuhan agar kita dapat merasakan kebahagiaan hidup di dunia ini dan dihantar dalam kedamaian batin untuk kelak menikmati kebahagiaan kekal. Tuhan membantu semua orang yang berbuat baik. Tuhan memberkati.

13. HENING SEJENAK 
14. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

P : Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita panjatkan doa kepada Bapa yang berkenan 
mendengarkan permohonan kita kepada-Nya.

P : Bagi para pemimpin Gereja. Semoga Bapa berkenan mencurahkan Roh Kudus-Nya agar para 
pemimpin Gereja mampu menunaikan tugas pelayanan mereka dengan rendah hati seturut teladan Kristus, yang datang untuk melayani. 
Marilah kita mohon…

P : Bagi masyarakat kita. Semoga Tuhan berkenan mendampingi masyarakat kita agar semakin mampu untuk saling memperhatikan dan melayani satu sama lain dengan rendah hati. Marilah kita mohon… 

P : Bagi mereka yang berkekurangan. Semoga teladan hidup dan karya Tuhan Yesus memberi kekuatan bagi mereka yang berkekurangan untuk terus berusaha mencari dan mengupayakan kesejahte raan diri dan keluarganya. Marilah kita mohon….

P : Bagi kita sekalian. Semoga Sabda Tuhan hari ini membuka mata hati kita untuk lebih menghargai sikap kerendahan hati, yang akan lebih mendukung kerja sama yang baik di antara kita. Semoga Roh Kudus menerangi kita sekalian. Marilah kita mohon…. 

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. [hening sejenak lalu lanjut].

P : Demikianlah ya Bapa, doa-doa permohonan yangkami sampaikan ke hadirat-Mu. Kabulkanlah demijasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin

16. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan  lalu dihantar dandiletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi. 

17. DOA PUJIAN 

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah begitu baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. maka marilah kita memuji Dia dan berseru: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik. 
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik. 
P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau mencipta kan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik. 
P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau serahkan Dia bagi maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik. 
P : Betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untukmenyem purnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri. 
Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik. 
P : Setiap hari Engkau limpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari, yakni berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik. 
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
---------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya 
sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai. 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).[hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Syukur atau Pujian.

21. MENDOAKAN MAZMUR 1 

[Bisa didoakan bersama]

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulanpencemooh,tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itusiang dan malam.Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa 
dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, 
tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, kita sudah mendengar kan Sabda Bahagia. Di antaranya kita diajak untuk menjadi pribadi yang lemah lembut dan murah hati. Mari kita berusaha untukmenghindarkan keke rasan dalam hidup kita bersama. Kekerasan tidaklah menyelesaikan masalah, sebaliknya, ia menimbulkan masalah baru. Mari kita saling membantu agar kelemahlembutan dan kemurahan hati hidup dalam masyarakat kita.

23. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, Allah yang kekal dan kuasa, kami telah merenungkan Sabda-Mu. Kami diteguhkan untuk melanjutkan hidup kami dengan memperhatikan hal hal yang baik dan benar, yang sesuai dengan perintah-Mu. Semoga kami setia mendukung satu sama lain, sehingga hiduplah Sabda-Mu di tengah kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin

24. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
 
U : Amin. 
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 
U : Syukur kepada Allah. 

25. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 
U : Amin. 

26. LAGU PENUTUP. 

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.