DAFTAR Barang Ditemukan di Kamar Lula Lahfah Saat Meninggal, Ada 7 Jenis Obat Sebanyak 44 Butir
January 31, 2026 11:35 AM

 

SURYAMALANG.COM - Kasus kematian Lula Lahfah kembali mencuri perhatian setelah polisi merilis daftar barang bukti dari kamar apartemennya.

Sebanyak 44 butir obat dari tujuh jenis berbeda ditemukan tersimpan rapi dalam sebuah kotak.

Penemuan ini memperkuat penyelidikan yang masih berlangsung untuk mencari titik terang penyebab kematian sang influencer.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa tidak ada indikasi overdosis dalam kasus ini.

 Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026). Sementara itu, aktivitas terakhirnya terekam kamera pengawas sehari sebelumnya, Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV, Lula terlihat pergi ke Rumah Sakit Pondok Indah sekitar pukul 22.00 WIB bersama asistennya, Cindy, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, asisten rumah tangga (ART) Lula, Asiah, terekam turun ke lantai dasar apartemen pada pukul 21.58 WIB dan kembali naik sekitar pukul 22.00 WIB sambil membawa sebuah tabung gas yang dibungkus plastik.

Tabung gas tersebut kemudian ditemukan di kamar Asiah, tepatnya di sudut ruangan dekat tumpukan barang dan boks pasir.

Polres Metro Jakarta Selatan, Amenyampaikan rilis kasus kematian Lula Lahfah
 Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah menyampaikan rilis kasus kematian Lula Lahfah di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).(KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA) (Kompas.com)

Asiah mengaku bahwa dirinya baru pertama kali melihat tabung yang disimpan di kamarnya itu.

Meski demikian, polisi memastikan tabung tersebut merupakan milik Lula.

Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan forensik terhadap badan tabung yang menunjukkan adanya DNA sentuhan atau sidik jari Lula.

Tabung bermerek Whip Pink itu disebut sebagai barang titipan yang awalnya dibawa Asiah dari lobi apartemen menuju kamar.

Saat diamankan polisi, tabung tersebut sudah dalam kondisi kosong.

Selain tabung gas, penyidik juga menemukan puluhan obat-obatan di kamar Lula.

Total terdapat 44 butir obat yang tersimpan di dalam sebuah kotak berwarna merah jambu.

Dari hasil identifikasi, obat-obatan tersebut diketahui terdiri dari Citalopram, Dietilpropion, Sulpirid, Mepivakain, Enkainid, Paramomisin, dan Klozapin.

Temuan-temuan ini menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan polisi dalam mengungkap penyebab kematian Lula Lahfah secara menyeluruh.

Menurut penelusuran berikut ini efek dan kegunaan dari nama obat-obatan tersebut.

LULA LAHFAH MENINGGAL - Selebgram Lula Lahfah melakukan pose yang diunggah pada Senin (30/6/2025) di Jakarta. Kini Polda Metro Jaya mengonfirmasi telah memeriksa Dokter R, sosok yang mengeluarkan surat kematian kekasih musisi Reza Arap tersebut, guna mencocokkan riwayat medis dengan hasil visum luar jenazah.
LULA LAHFAH MENINGGAL - Selebgram Lula Lahfah melakukan pose yang diunggah pada Senin (30/6/2025) di Jakarta. Kini Polda Metro Jaya mengonfirmasi telah memeriksa Dokter R, sosok yang mengeluarkan surat kematian kekasih musisi Reza Arap tersebut, guna mencocokkan riwayat medis dengan hasil visum luar jenazah. (SURYAMALANG.COM)

Informasi ini hanya berdasarkan penelusuran yang tersedia di Internet, fungsi lebih detail butuh penjelasan ahli dibidang kedokteran dan farmasi.

1. Citalopram

Golongan: Antidepresan (SSRI – Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)

Kegunaan utama: Mengatasi depresi Gangguan kecemasan (anxiety)

Gangguan panik Obsessive Compulsive Disorder (OCD) (off-label di beberapa negara)

Catatan: Bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin di otak.

2. Dietilpropion

Golongan: Anoreksan / stimulan

Kegunaan utama: Menekan nafsu makan pada terapi obesitas jangka pendek

Catatan penting: Berpotensi menimbulkan ketergantungan

Umumnya hanya digunakan dalam waktu singkat dan dengan pengawasan ketat dokter

3. Sulpirid

Golongan: Antipsikotik tipikal (benzamide)

Kegunaan utama adalah obat antipsikotik golongan benzamida (generasi pertama atau atipikal).

Dalam dosis rendah sering digunakan untuk gangguan lambung (seperti tukak peptikum) dan psikosomatis.

Vertigo dan gangguan lambung tertentu (karena efek dopamin)

Sedangkan dosis tinggi digunakan untuk antipsikotik (skizofrenia).

Menghambat reseptor dopamin, mengurangi gejala positif (halusinasi, delusi) dan gejala negatif (apatis, penarikan diri) skizofrenia.

4. Mepivakain

Golongan: Anestesi lokal

Obat bius lokal pada tindakan medis atau gigi

Digunakan pada pembedahan kecil dan prosedur diagnostik

Catatan: Mirip lidokain, tetapi durasi kerja sedikit lebih lama.

5. Enkainid (Encainide)

Golongan: Antiaritmia (Kelas IC)

Kegunaan utama: Mengatasi gangguan irama jantung (aritmia ventrikel)

Catatan penting: Penggunaannya sangat terbatas karena risiko efek samping fatal

Di banyak negara sudah jarang atau tidak lagi digunakan

6. Paramomisin (Paromomycin)

Golongan: Antibiotik aminoglikosida

Kegunaan utama: Infeksi parasit usus (amebiasis, giardiasis)

Infeksi cacing tertentu

Leishmaniasis (terutama visceral)

Kadang digunakan untuk infeksi bakteri usus

Catatan: Bekerja di saluran cerna dan sedikit diserap tubuh.

7. Klozapin (Clozapine)

Golongan: Antipsikotik atipikal

Kegunaan utama: Skizofrenia berat yang tidak responsif terhadap obat lain

Mengurangi risiko bunuh diri pada pasien skizofrenia

Peringatan serius: Dapat menyebabkan agranulositosis (penurunan sel darah putih)

Tidak ada satu pun dari daftar tersebut yang termasuk obat bebas atau bebas terbatas.

Semuanya harus melalui resep dokter, bahkan beberapa, hanya boleh diberikan oleh dokter spesialis atau hanya digunakan di fasilitas kesehatan.

(SURYAMALANG.COM/TRIBUNTRENDS.COM)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.