Penjelasan Gus Yahya soal Rais Aam hingga Sekjen Tak Hadiri Harlah Ke-100 PBNU
kumparanNEWS January 31, 2026 12:57 PM
Nahdlatul Ulama (NU) menggelar perayaan puncak hari lahir (harlah) ke-100 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (31/1).
Acara tersebut dihadiri para tokoh seperti Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, istri almarhum Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid, hingga Menko PMK Pratikno.
Namun tidak terlihat kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, hingga Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menjelaskan soal ketidakhadiran mereka itu.
Soal Prabowo Tidak Hadir
Perbesar
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan pada Harlah ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Terkait ketidakhadiran Prabowo, menurut Gus Yahya, ada kaitannya dengan tugas negara.
"Jadi sejak kemarin sebetulnya sudah ada koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, seperti dengan Paspampres dan protokol istana dan lain-lain. Sejak kemarin sudah dilakukan, hal-hal teknis yang memang diperlukan, untuk kehadiran beliau," ujar Gus Yahya mengawali penjelasan, saat diwawancarai usai acara, Sabtu (31/1).
Ia melanjutkan, "Tapi memang pada saat terakhir, beliau mungkin berhalangan karena ada tugas lain ya. Kami mendengar juga ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini."
Kondisi Kesehatan Rais Aam
Perbesar
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat berikan sambutan pada acara puncak Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Terkait dengan ketidakhadiran Rais Aam dan Sekjen, Gus Yahya pun menjelaskan soal kondisinya.
"Dan tadi dari khutbah yang biasa disampaikan oleh Rais Aam, diwakili oleh salah seorang Rais Syuriyah yaitu Profesor Doktor Kiai Haji Nasaruddin Umar, yang kebetulan juga adalah Menteri Agama Republik Indonesia," kata Gus Yahya.
Gus Ipul Mungkin Ada Kesibukan Lain
Gus Yahya menjelaskan bahwa mengenai yang lain-lain, ada sejumlah menteri yang memang tidak hadir dan pihak PBNU belum mendapatkan konfirmasi.
"Ya tentu ada tugas lain ya, termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain. Eh, nanti kita, yang jelas sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya untuk sampai kepada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung tahun 2021 yang lalu," ujar Gus Yahya.