TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unika Santu Paulus Ruteng membekali mahasiswa semester VI sebelum diterjunkan ke sekolah mitra dalam program magang, Sabtu (31/1/2026) di Kampus Unika Ruteng.
Mengusung tema "Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Teks Multimodal dalam Kurikulum Berdampak," kegiatan ini bertujuan mencetak calon pendidik yang mampu beradaptasi dengan dinamika kurikulum masa kini.
Inovasi Pembelajaran di Era Digital
Ketua Program Studi PBSI, Romo Bonefasius Rampung, menegaskan bahwa magang adalah fase krusial membentuk kompetensi profesional calon pendidik.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa mengintegrasikan teori akademik dengan praktik di lapangan, terutama dalam menerapkan pendekatan teks multimodal.
Baca juga: Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Dorong Kader Sinergoy Berwawasan Populorum Progressio
"Kurikulum berdampak menuntut pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan bermakna. Mahasiswa magang harus mampu memanfaatkan teks visual, audio, audiovisual, hingga digital sesuai karakteristik peserta didik," ujar Romo Bone.
Teks Multimodal dan Kurikulum Berdampak
Dosen PBSI, Anton Nesi, selaku pemateri utama, membedah konsep teks multimodal sebagai instrumen untuk meningkatkan literasi dan daya kritis siswa. Menurut Anton, pendekatan ini tidak hanya mengandalkan teks konvensional, tetapi juga memanfaatkan media inovatif seperti YouTube sebagai sumber belajar.
Ia menjelaskan bahwa integrasi multimodal dalam kurikulum berdampak bertujuan agar pembelajaran tidak terjebak pada capaian akademik semata.
"Pembelajaran harus memberikan dampak nyata pada pembentukan karakter, kemampuan komunikasi, dan kepekaan sosial peserta didik. Mahasiswa didorong untuk merancang desain instruksional yang reflektif dan adaptif," jelas Anton.
Baca juga: Pembukaan ICEHHA V 2025, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Tegaskan Pentingnya Knowledge in Action
Etika dan Profesionalisme di Sekolah
Selain aspek pedagogik, aspek manajerial dan etika profesi turut menjadi sorotan. Dosen PBSI, Bernadus Tube, memaparkan tata cara pelaksanaan magang yang mencakup kesiapan administrasi hingga mekanisme penilaian.
Bernadus mengingatkan para mahasiswa untuk menjunjung tinggi etika dan kedisiplinan selama berada di lingkungan sekolah mitra.
Kerja sama yang harmonis dengan guru pamong serta penampilan yang sopan menjadi cermin profesionalisme almamater Unika Ruteng di mata publik.
Melalui pembekalan ini, Program Studi PBSI berkomitmen memastikan mahasiswa semester VI memiliki kesiapan pedagogik yang matang.
Mahasiswa diharapkan tidak sekadar mengajar, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan yang berdampak di ruang-ruang kelas.
Laporan Jurnalis Kampus Unika Ruteng, Inda Baghong