TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, ikut berbaring di kursi donor darah, Sabtu (31/1/2026).
Dia ikut menyumbangkan darahnya bersama ratusan warga dalam kegiatan bakti sosial donor darah yang digelar Perserikatan Organisasi Tionghoa (Porinti) Semarang bekerja sama dengan RS Samsoe Hidajat.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara kepedulian sosial dan isu kesehatan yang kerap luput dari perhatian publik, yakni ketersediaan stok darah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan darah untuk layanan medis, partisipasi masyarakat menjadi faktor penentu keberlanjutan pelayanan kesehatan.
Suasana donor darah hari itu dibuat lebih cair dengan kehadiran atraksi barongsai.
Dentuman musik dan gerakan barongsai bukan sekadar hiburan, tetapi simbol harapan, keberuntungan, dan semangat hidup nilai yang sejalan dengan semangat donor darah sebagai upaya menyelamatkan sesama.
Iswar menyebut antusiasme warga sebagai sinyal sehatnya solidaritas sosial di Kota Semarang.
Dari target sekitar 600 kantong darah, hingga siang hari hampir 500 pendonor sudah tercatat hadir.
Baca juga: Cekcok Sengketa Jalan Tani Berujung Tragedi Berdarah, Kakek 60 Tahun Bacok Tetangga
• Kisah Aripiyah Cemas Tak Bisa Tidur Takut Rumahnya Rubuh karena Tanah Gerak di Tegal
“Ini bukan angka kecil. Artinya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kemanusiaan itu tinggi. Kita patut bersyukur,” kata Iswar.
Ia juga menepis anggapan donor darah membuat tubuh lemas. Pengalamannya justru sebaliknya.
“Setelah donor badan terasa lebih ringan. Darah jadi lebih lancar. Secara medis juga aman dan bermanfaat,” ujarnya.
Iswar menilai kegiatan seperti ini penting untuk terus dijaga, terlebih menjelang bulan puasa, ketika kebutuhan darah cenderung meningkat sementara jumlah pendonor menurun.
Kondisi itu diamini Ivan Eko Harahap, Ketua Bidang Pemuda Porinti Semarang.
Menurutnya, donor darah tahunan ini bukan sekadar tradisi organisasi, tetapi juga respon terhadap persoalan kesehatan yang nyata di lapangan.
“Setiap tahun kita gelar donor darah menjelang Imlek. Tahun ini pelaksanaan yang ke-8. Selain bagian dari rangkaian budaya, ini juga bentuk kontribusi nyata untuk membantu stok darah PMI, apalagi menjelang Ramadan,” jelas Ivan.
Ia menyebut, bahkan sebelum jam 12.00 WIB, jumlah pendonor sudah mendekati 500 orang.
Sebuah angka yang menurutnya menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat bahwa donor darah bukan hanya aksi sosial, tetapi juga investasi kesehatan.
Untuk menjaga semangat pendonor, panitia menyiapkan berbagai bentuk apresiasi, mulai dari paket sembako, konsumsi, hingga kesempatan mendapatkan angpau dari pohon angpau dan hadiah berupa beragam voucher, alat elektronik, sepeda dan lainnya.
Namun Ivan menegaskan, daya tarik utama tetap pada nilai kemanusiaannya.
“Hadiah itu bonus. Yang utama adalah niat membantu orang lain,” katanya.
Pihaknya juga menyiapkan atraksi barongsai yang menyambut para pendonor.
Di tengah dentuman musik dan gerakannya yang enerjik, barongsai tak sekadar menjadi hiburan, tetapi membawa filosofi tentang harapan, keberuntungan, dan semangat hidup.
“Nilai itu sejalan dengan makna donor darah sebagai tindakan memberi kehidupan bagi sesama, terutama menjelang Tahun Baru Imlek, ketika semangat berbagi dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Dari sisi medis, Direktur RS Samsoe Hidajat, dr Murti Wandrati, menekankan bahwa donor darah adalah salah satu kegiatan kesehatan masyarakat yang paling krusial.
Darah, menurutnya, adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda atau digantikan.
“Kebutuhan darah sering datang dalam kondisi darurat. Kecelakaan, operasi, persalinan, hingga pasien penyakit tertentu. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa,” jelas dr Murti.
Ia menilai kegiatan donor massal sangat membantu karena mampu mengumpulkan darah dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sehingga dapat segera dimanfaatkan ketika dibutuhkan.
RS Samsoe Hidajat, kata dia, selalu membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam kegiatan sosial, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini dan berharap bisa terus berlanjut setiap tahun,” ujarnya. (Rad)