China Patroli Militer di Scarborough Shoal: Sinyal Keras ke Filipina dan AS
kumparanNEWS January 31, 2026 04:38 PM
China kembali meningkatkan aktivitas militernya di Laut China Selatan. Beijing mengonfirmasi telah menggelar patroli laut dan udara di sekitar Scarborough Shoal pada Sabtu (31/1), wilayah yang juga diklaim Filipina sebagai bagian dari zona ekonomi eksklusif (ZEE)-nya.
Informasi itu disampaikan langsung oleh Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Dalam pernyataannya, otoritas militer China menegaskan patroli tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan tempur.
“China telah meningkatkan patroli kesiapan tempur di wilayah tersebut pada Januari, dengan tegas menanggapi provokasi pelanggaran oleh negara-negara tertentu di kawasan,” demikian pernyataan Komando Teater Selatan China, seperti dikutip Reuters.
Scarborough Shoal selama ini menjadi salah satu titik sengketa paling sensitif di Laut China Selatan. Meski berada di dalam ZEE Filipina, China mengklaim kawasan tersebut sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.
Kedutaan Besar Filipina di Beijing belum memberikan tanggapan atas aktivitas militer terbaru China tersebut.
Kapal Penjaga Pantai China menggunakan meriam air ditembakkan ke arah kapal Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan Filipina di Laut Cina Selatan, Minggu (12/10/2025). Foto: Philippine Coast Guard/ HO REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Penjaga Pantai China menggunakan meriam air ditembakkan ke arah kapal Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan Filipina di Laut Cina Selatan, Minggu (12/10/2025). Foto: Philippine Coast Guard/ HO REUTERS
Ketegangan di kawasan ini meningkat setelah militer Filipina dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan bersama di sekitar Scarborough Shoal pada awal pekan ini. Menurut Angkatan Bersenjata Filipina, latihan tersebut merupakan yang ke-11 sejak November 2023.
Langkah China menggelar patroli ini dipandang sebagai respons langsung atas meningkatnya kehadiran militer asing di kawasan yang disengketakan. Beijing secara konsisten menolak aktivitas militer negara lain di wilayah yang diklaimnya, terutama yang melibatkan AS.
Sengketa di Laut China Selatan terus menjadi sumber ketegangan regional, dengan sejumlah negara Asia Tenggara terlibat klaim tumpang tindih dan meningkatnya rivalitas antara China dan AS.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.