TRIBUN-BALI.COM, KEDIRI – Bali United FC harus pulang dengan tangan hampa setelah ditundukkan tuan rumah Persik Kediri dengan skor tipis 3-2 dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat 30 Januari 2026.
Meski sempat unggul lebih dulu, kesalahan-kesalahan individual yang fatal di lini belakang menjadi biang keladi kekalahan Serdadu Tridatu.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal dengan drama lima gol yang tercipta.
Pada menit ke 23 Boris Kopitovic membuka keunggulan untuk Bali United, Jose Enrique Rodriguez menyamakan kedudukan pada menit ke 29.
Baca juga: Bali United Target 3 Poin, Persik Kediri Bakal Takluk? Ini Prediksi Susunan Pemainnya
Ia mencatatkan brace pada menit ke 42 dan membalikkan keadaan.
Di penghujung laga, rekrutan anyar Persik Kediri Adrian Nicolas Luna Retamar membuktikan kapasitasnya dengan memperlebar jarak sebelum turun minum pada menit ke 45+2.
Babak kedua Bali United memperkecil ketertinggalan melalui Joao Ferrari pada menit ke 69. Setelah itu tidak ada lagi gol yang tercipta.
Dalam sesi konferensi pers usai laga, Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya.
Ia menilai timnya memulai pertandingan dengan sangat baik, namun kehilangan kendali akibat kesalahan elementer.
"Kita punya momen untuk bangkit, tapi jika Anda memulai dengan baik lalu memberikan pertandingan begitu saja dengan kesalahan-kesalahan besar, saya sangat kecewa. Kami seharusnya mendapatkan tiga poin di sini," ujar Jansen.
Pelatih asal Belanda tersebut secara khusus menyoroti gol-gol gampang yang bersarang di gawang Mike Hauptmeijer.
Ia tak menampik bahwa gol pertama lawan berawal dari kesalahan umpan (mispass) yang dilakukan oleh bek muda Kadek Arel.
"Mulai dari kesalahan Arel, dia melakukan mispass ke daerah lawan, dan gol terjadi begitu gampang," ungkapnya.
Menariknya, saat ditanya oleh awak media mengenai kepemimpinan wasit Irul Hidayat, Johnny Jansen justru memberikan jawaban pedas.
Ia menolak menjadikan wasit sebagai kambing hitam atas kekalahan timnya.
Meski di dalam pertandingan terlihat para pemain Bali United sempat melancarkan protes cukup keras terhadap gol yang dialami Bali United.
"Wasit melakukan tugasnya. Kami kemasukan gol pertama karena kesalahan Arel. Gol kedua, itu masalah kami. Gol ketiga, itu masalah kami Anda mengerti? Cara kita bermain adalah masalah kami, bukan wasit," tegas Jansen.
"Saya belum melihatnya kembali, tapi jika Mike menyentuh bola dengan kakinya dan semua orang berdiri di luar kotak, maka saya pikir itu adalah gol yang sah (clear goal). Tapi saya tidak tahu, saya harus melihat tayangan ulangnya dulu," imbuhnya.
Senada dengan sang pelatih, bomber Bali United, Boris Kopitovic, mengakui betapa sulitnya mengejar ketertinggalan setelah skor berubah menjadi 3-1 di babak pertama.
Meskipun ia berhasil mencetak gol pada laga ini, hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan wajah Bali United.
"Sangat sulit setelah skor 3-1. Kami mencoba menekan di babak kedua dan mencetak satu gol lagi, tapi itu tidak cukup. Kami kalah hari ini dan sekarang kami harus segera fokus pada pertandingan berikutnya," kata Boris. (*)