Kuak Kehidupan Lula Lahfah Sebelum Meninggal, Sepupu Beberkan Derita Kekasih Reza Arap Itu
January 31, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kehidupan selebgram Lula Lahfah sebelum meninggal dunia terungkap oleh sepupu. Ternyata ada derita yang dialami kekasih Reza Arap itu.

Kini, keluarga terungkap mengenai kondisi kesehatan almarhumah sebelum meninggal dunia.

Kezia sang sepupu mengungkapkan Lula Lahfah ternyata sudah cukup lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Walaupun begitu, pihak keluarga mengaku tetap syok dan tidak menyangka kepergian Lula akan terjadi begitu cepat dan mendadak.

Menurut Kezia, almarhumah diketahui memiliki riwayat penyakit yang cukup serius, salah satunya adalah GERD.

"Dia tuh udah punya GERD tuh udah lama," kata Kezia di kawasan Buaran, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Penuhi Penggilan Polisi Terkait Laporan Ruben Onsu, Sarwendah: Untuk Anak

Lebih lanjut, Kezia menjelaskan kondisi kesehatan Lula Lahfah tidak hanya sebatas GERD.

Ia menyebut sang sepupu menderita sakit di bagian perut yang tergolong kompleks.

"Sakit di perutnya kompleks tuh sudah lama," jelasnya.

Pengakuan ini seolah menjawab rasa penasaran publik mengenai kondisi Lula sebelum berpulang, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang ceria dan tampak sehat.

Meskipun mengetahui riwayat penyakit tersebut, Kezia dan keluarga besarnya tetap merasa sangat terkejut saat mendengar kabar duka.

Baginya, Lula adalah sosok yang terlihat kuat dan sehat dalam kesehariannya.

"Enggak percaya, karena kayak, 'Hah?' Karena kan orangnya sehat banget kan, tapi dia emang sakit sih, sakitnya kompleks kan," ujar Kezia, mengenang reaksi pertamanya saat mendengar kabar tersebut.

Sementara itu, terkait perkembangan informasi dari pihak kepolisian yang telah merilis beberapa hasil pemeriksaan, pihak keluarga mengaku belum terlalu memikirkannya.

Kezia menuturkan saat ini keluarga besar masih dalam proses berduka dan mencoba mengikhlaskan kepergian Lula Lahfah.

Fokus utama mereka saat ini adalah saling menguatkan satu sama lain di tengah masa-masa sulit.

"Aku belum tahu sih kalau soal polisi karena masih kaget juga ya, maksudnya masih kehilangan juga, masih grieving juga," jelasnya.

"Jadi aku enggak merhatiin sih soal kepolisian gitu. Sekarang lebih fokus dengan Lula kepergiannya," pungkas Kezia.

SUDAH OLAH TKP - Kolase situasi apartemen Essence Darmawangsa dan potret mendiang Lula Lahfah dicapture Selasa (27/1/2026). Polisi sudah gelar olah TKP di apartemen yang dihuni Lula sebelum meninggal dunia.
SUDAH OLAH TKP - Kolase situasi apartemen Essence Darmawangsa dan potret mendiang Lula Lahfah dicapture Selasa (27/1/2026). Polisi sudah gelar olah TKP di apartemen yang dihuni Lula sebelum meninggal dunia. (Tribunnews.com/Fauzi Nur Alamsyah/Instagram lulalahfah)

Kenang kebaikan Lula

Kepergian selebgram dan influencer Lula Lahfah untuk selamanya masih menyisakan duka yang begitu mendalam bagi keluarga dan kerabat terdekat.

Tujuh hari setelah kepergiannya, suasana haru masih menyelimuti keluarga besar.

Pantauan Tribunnews keluarga berkumpul dikediaman keluarga yang berlokasi di kawasan Buaran, Jakarta Timur, meski hari ini tak digelar pengajian tahlilan, Jumat (30/1/2026) malam.

Salah satu sepupu Lula Lahfah, Kezia, tak kuasa menahan kesedihannya saat mengenang sosok almarhumah yang dikenal sangat baik hati dan begitu peduli pada keluarga.

Di tengah duka, Kezia mengungkap sebuah kenangan terakhir yang begitu membekas di hatinya, yakni sebuah pesan duka cita dari Lula yang kini terasa seperti salam perpisahan.

Di mata Kezia, Lula Lahfah adalah sosok sepupu yang luar biasa. 

Ia menggambarkan Lula sebagai pribadi yang tidak pernah melupakan keluarganya, bahkan di tengah kesibukannya.

"Baik banget. Orangnya enggak pernah lupa sama keluarga," kenang Kezia, Jumat.

Ia mencontohkan, setiap kali Lula bepergian ke luar negeri, ia selalu menyempatkan diri untuk menghubungi keluarganya dan menawarkan oleh-oleh.

"Misalkan dia ke luar negeri, dia tuh selalu nge-chat, kayak, 'Mau nitip apa?' Pokoknya dia enggak pernah lupa deh sama keluarganya, selalu ingat," ungkapnya.

Kebaikan hati Lula juga terlihat dari sifatnya yang tidak sombong dan tidak pelit.

"Orangnya enggak sombong... setiap ke mana-mana pasti bawain oleh-oleh buat keluarganya, saudara-saudaranya. Dia enggak pelit, baik banget," ujar Kezia.

Namun, di antara semua kenangan indah, ada satu momen terakhir yang paling membuat Kezia merasa kehilangan.

Ia menceritakan komunikasi terakhirnya dengan Lula Lahfah terjadi sekitar tiga minggu sebelum sang selebgram meninggal dunia.

Kala itu, Lula mengirim pesan untuk memberikan dukungan dan ucapan dukacita karena ayah Kezia baru saja meninggal dunia.

"Komunikasi terakhir aku tuh Kak Lula tuh nge-chat aku turut berduka cita karena papaku meninggal," tutur Kezia.

Pesan itu penuh dengan kata-kata penyemangat, menunjukkan betapa pedulinya Lula pada kesedihan yang dirasakan sepupunya.

"Dia menyemangatin aku, ngasih aku support, terus kalau ada apa-apa suruh nge-chat dia. Itu chat terakhir tuh dia turut berduka cita. Makanya itu sedihnya," lanjutnya.

Kini, pesan yang tadinya bertujuan untuk menguatkan itu menjadi kenangan terakhir yang begitu menyayat hati bagi Kezia.

Hingga kini, keluarga masih dalam suasana berkabung. 

Mereka kerap mengenang kembali momen-momen indah bersama almarhumah dan membaca ulang percakapan lama untuk mengobati rasa rindu.

"Ya sampai sekarang masih kadang suka baca-bacain chat sama Kak Lula gitu. Karena emang orangnya baik banget," pungkasnya.

Soal Reza Arap Terungkap

Terungkap detik-detik Reza Arap mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kematian Lula Lahfah.

Nama Reza Arap sempat menuai sorotan setelah pihak polisi menerima klarifikasi setelah Lula Lahfah ditemukan meninggal pada 23 Januari 2026.

Reza Arap disebut berada di TKP saat kejadian berlangsung.

Kini pihak kepolisian mengungkap time line kejadian melalui bukti CCTV apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Hasil penyelidikan dirilis pada 30 Januari 2026 petang.

Semua bermula dari kepanikan ART Lula Lahfah, berinisial A yang mencari bantuan untuk membuka kamar Lula.

A mendapat bantuan teknisi dan petugas keamanan untuk membuka paksa kamar Lula yang terkunci sejak pagi.

Tak berselang lama, teman Lula VA dan asisten Reza Arap, Chintya datang ke lokasi pada pukul 18.14 WIB.

Chintya mendapat arahan untuk segera menghubungi dokter atau tim medis agar segera memeriksa kondisi Lula Lahfah.

Pada pukul 19.21 WIB, Reza Arap nampak tiba bersamaan dengan dokter yang dipanggil oleh Chintya.

Keduanya masuk ke dalam lift yang sama.

"Terlihat saudara RA (Reza Arap), pacar dari saudari LL di sini sudah hadir bersama dengan tim dokter dari saudari C yang mencoba menghubungi dokter kenalan," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, dikutip dari siaran langsung Kompas TV, Jumat (30/1/2026).

Dokter yang bersangkutan menerangkan sudah tidak menemukan tanda-tanda vital di tubuh Lula Lahfah.

Ia menegaskan, kondisi Lula Lahfah telah meninggal dunia.

Reza Arap didampingi sang asisten membawa kantong jenazah menggunakan lift barang pada pukul 21.20 WIB.

"Saat pengecekan dinyatakan saudari LL sudah meninggal, saudari C lagi menghubungi ambulans. Ambulans itu datang, kita lihat melalui lift barang terlihat saudara RA mendampingi di mana jenazah LL sudah masuk ke dalam kantong jenazah," terang AKBP Iskandarsyah.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum luar.

Dalam kesempatan yang sama, AKBP Iskandarsyah menegaskan, kasus kematian Lula Lahfah telah dihentikan.

Pasalnya, kasus kematian Lula Lahfah tidak ditemukan adanya pidana.

"Tidak ditemukan ada peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyidikan terkait penemuan jenazah saudari LL," kata Iskandarsyah dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Adapun dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula ataupun upaya melawan hukum.

"Kami sudah cek bukti dan keterangan saksi, tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun upaya melawan hukum," tuturnya.

AKBP Iskandarsyah membuka sederet bukti yang ditemukan di apartemen Lula Lahfah.

Ia menegaskan, tabung pink yang menuai polemik di masyarakat dipastikan merupakan milik almarhum Lula Lahfah.

"Ada tabung pink yang menimbulkan polemik di masyarakat. Bisa dipastikan barang-barang itu milik saudari LL," tegas Iskandar.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.