Curhat di TV, Suderajat Penjual Es Gabus Singgung Kapolres Metro Depok, Bikin Dewi Perssik Kaget
January 31, 2026 04:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Suderajat, penjual es kue asal Kabupaten Bogor yang sempat viral, kembali mencuri perhatian publik setelah mencurahkan isi hatinya di acara televisi Pagi Pagi Ambyar.

Di hadapan Dewi Perssik dan para host, Suderajat menceritakan kronologi lengkap saat dirinya dibawa ke kantor polisi hingga kemudian anggota polisi sujut di kakinya.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah pengakuannya yang kecewa karena hanya menerima sepeda motor dari Kapolres Metro Depok, padahal ia berharap mendapat mobil.

Pengakuan tersebut sontak membuat suasana studio mendadak riuh dan membuat Dewi Perssik memberi respon tak biasa.

Pengakuan Suderajat

Kepada Dewi Perssik dan host lainnya, Suderajat mengaku sudah berjualan es kue selama puluhan tahun.

"Sudah 30 tahun jualan, yang bikin bos saya di Depok. Berangkat jam 5 subuh, sampe sekolah di Kemayoran jam 7," katanya dikutip dari YouTube TRANS TV, Sabtu (31/1/2026).

Ia kemudian menceritakan kronologi kejadian saat seorang anak perempuan membeli dagangannya.

Menurut Suderajat, anak tersebut baru pertama kali membeli es kue jualannya.

"Anaknya polisi cewek beli, terus dibejek-bejek, kata dia dari spons bedak," tutur Suderajat.

Padahal, Suderajat sudah meyakinkan sang anak bahwa es tersebut asli, bukan palsu.

Setelah itu, kata dia, datang beberapa oknum aparat dan langsung menginterogasi dirinya.

"Datang 10 orang, saya ditonjok, 'ngaku gak lu, ngaku gak lu'. Saya udah ngomong, tapi budek dia," katanya kesal.

Sudah 10 Tahun Berjualan Tanpa Keluhan

Padahal menurut Suderajat, dirinya sudah berjualan di sekolah tersebut selama 10 tahun.

Selama ini, kata dia, tidak ada anak sekolah yang mengeluhkan dagangannya.

"Sudah jualan di tempat itu 10 tahun, anaknya itu baru pertama kali beli," kata dia.

Dibawa ke Kantor Polisi hingga Dini Hari

Setelah kejadian tersebut, Suderajat dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi lebih lanjut.

Tak hanya itu, es kue dagangannya juga turut diperiksa.

"Dibawa ke kantor polisi, baru dipulangin jam 3 subuh. Es nya dites, ternyata asli. Terus pada minta maaf ke saya, sampe suduj di kaki," tuturnya.

Penghasilan Harian dan Trauma Berjualan

Sehari-hari, kata Suderajat, dirinya bisa membawa pulang uang sekitar Rp 200 ribu sebagai keuntungan.

"Harga es Rp 2.000 dari sananya (modal) Rp 500, habis 150 buah. Setor Rp 75 ribu, bisa bawa pulang Rp 300 ribu sehari," ungkap dia lagi.

Namun hingga saat ini, Suderajat mengaku masih belum berani kembali berjualan.

"Belum jualan lagi, takut diincer, takut dibunuh," katanya.

Bantuan Pascakejadian dan Motor dari Kapolres

Saat disinggung soal bantuan yang diterimanya pascakejadian, Suderajat menjawab singkat.

"Alhamdulillah," katanya.

Kemudian, Ryan Ibram menyinggung soal sepeda motor yang diberikan Kapolres Metro Depok.

"Kemarin Pak Kapolres Metro sudah datang ke rumah Pak Suderajat, dapet motor katanya Pak, ya?" tanya Ryan.

Di luar dugaan, Suderajat tampak kecewa dengan pemberian motor tersebut.

Sebab, dirinya berharap bisa mendapatkan mobil dari Kapolres Metro Depok.

"Saya tadinya mau minta mobil, tapi dapetnya motor," jawab Suderajat.

Pernyataan itu sontak membuat para host berteriak kaget.

Dewi Perssik Kaget

"Kenapa jadi minta mobil?" tanya Ryan Ibram lagi.

"Mobil kan buat jalan-jalan sama keluarga. Maunya mobil, taunya dapetnya motor," kata Suderajat lagi.

"Siapa yang bisa nyetir? Bapak bisa nyetir?" tanya Dewi Perssik.

"Kan sama anak, nyetir," jawab Suderajat.

Mendengar hal tersebut, Dewi Perssik mengingatkan Suderajat agar tetap bersyukur atas apa yang telah diterimanya.

"Alhamdulillah, kalau bersyukur nanti rezeki lain datang lagi," ucap Dewi Perssik sambil tersenyum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.