TRIBUNJATIM.COM - Nasib seorang siswi berinisial PHD (13) kelas 9 SMP yang tak sengaja menelan jarum pentul.
Insiden itu bermula saat PHD hendak memakai kerudung yang akan ia kenakan.
Jarum pentul adalah jarum kecil dan tipis dengan ujung tajam serta kepala bulat di bagian atas.
Biasanya terbuat dari logam atau plastik, yang digunakan untuk menyematkan kain, seperti kerudung, jilbab, atau pakaian agar tidak mudah lepas.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Nyalindung, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Baca juga: Guru Firda Kaget Diminta Lepas Hijab saat Melamar ke Sekolah Internasional, Bersyukur Pilih Mundur
Peristiwa itu terjadi saat ia hendak berangkat ke sekolah pada Rabu (30/1/2026) pagi.
Setelah kejadian, PHD dirujuk ke RSUD Umar Wirahadikusumah untuk menjalani pemeriksaan.
Beruntung, jarum pentul yang masuk ke tubuh korban tersebut tidak tersangkut di salah satu organ tubuh korban.
Humas RSUD Umar Wirahadikusumah, Iman Budiman mengatakan, setibanya di IGD rumah sakit umum daerah, tim medis melakukan observasi dan radiologi terhadap remaja itu.
"Tidak sampai operasi, karena dari hasil observasi posisi jarum pentul yang tertelan itu sudah berada di saluran pencernaan bagian bawah," ujar Iman kepada Kompas.com, Jumat (30/1/2026) petang.
Setelah memastikan posisi jarum pentul berada pada posisi aman di dalam tubuh pasien, tim medis memperbolehkan PHD pulang ke rumah pada Kamis (29/1/2026) sore.
"Saat pulang, jarum pentul memang belum keluar dari tubuh pasien, tapi kami telah memastikan posisinya benar-benar dalam kondisi aman," tutur Iman.
Ia menyebutkan, sebelum pasien diperbolehkan pulang, tim medis RSUD Umar Wirahadikusumah memberikan edukasi agar keluarga pasien memerhatikan asupan makanan yang akan dikonsumsi.
"Kami minta, agar pasien memperbanyak konsumsi buah-buahan yang berserat, sehingga saat buang air besar (BAB) lancar, dan jarum pentulnya keluar saat BAB itu," kata Iman.
Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit juga menyampaikan edukasi terkait penggunaan jarum pentul yang akan digunakan saat berhijab.
"Ya, kami berikan edukasi itu juga agar nantinya pasien tidak melakukan kebiasaan menggigit jarum pentul, apalagi dalam kondisi terburu-buru, itu sangat berbahaya," ucap dia.
"Selain itu, kami anjurkan agar pasien memiliki tempat atau wadah tersendiri untuk menyimpan jarum pentul, dengan begitu lebih aman dan kebiasaan menggigit jarum pentul sebelum berkerudung bisa dihindari," kata Iman. (*)
Dilansir dari RSUD Sekayu Musi Banyuasin, kebiasaan menggigit jarum pentul saat memakai hijab masih banyak dilakukan sebagian orang.
Tanpa disadari berisiko tinggi terhadap kesehatan.
Dokter spesialis paru memperingatkan bahwa jika tidak hati-hati, jarum tersebut bisa masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan kondisi medis serius.
Menurut dr. Povi Pada Indarta, Sp.P (K)-ONK., FISR, spesialis paru dari RSUD SEKAYU Kab.Musi Banyuasin, kasus tertelannya atau terhirupnya jarum pentul bukan hal yang langka di dunia medis.
“Kami pernah menangani pasien muda yang secara tidak sengaja tertelan jarum pentul saat sedang mengenakan hijab.
Jarum masuk ke saluran napas dan harus dikeluarkan dengan Tindakan operasi extraksi jarum pentul atau pengeluaran jarum pentul dengan menggunakan bronkoskopi,” ungkap dr. Povi dalam wawancara, Senin (6/10).
Dr. Povi menjelaskan bahwa benda asing seperti jarum bisa tersangkut di trakea (batang tenggorokan) atau bronkus (saluran udara di paru-paru).
Jika tidak segera ditangani, ini dapat menyebabkan:
Sesak napas
Batuk berdarah
Infeksi paru (pneumonia)
Penyempitan saluran napas
Kolaps paru (pneumotoraks)
“Kondisinya bisa cepat memburuk, apalagi jika jarum menyebabkan luka di saluran pernapasan atau terjadi infeksi,” tambahnya.
Gejala yang Perlu Diwaspadai:
Batuk mendadak, sering, dan tidak berhenti
Sesak napas atau napas berbunyi (mengi)
Nyeri dada saat bernapas
Demam setelah beberapa hari (tanda infeksi)
Jika mengalami gejala tersebut setelah merasa menelan atau menghirup benda kecil seperti jarum, segera ke fasilitas medis terdekat.
Tips Aman dari Dokter Paru:
Jangan biasakan memegang atau menggigit jarum pentul dengan mulut.
Gunakan alternatif yang lebih aman, seperti peniti khusus hijab atau klip magnetik.
Jauhkan jarum pentul dari anak-anak dan tempat umum yang rawan terjatuh atau tertelan.
Jika jarum hilang atau dicurigai masuk ke tubuh, segera periksa ke dokter, jangan tunggu gejala muncul.
Dr. Povi menutup dengan pesan bahwa edukasi tentang hal ini harus terus dilakukan, terutama kepada remaja dan pengguna hijab pemula.
“Kelihatannya sepele, tapi risikonya bisa fatal. Satu jarum kecil bisa membawa seseorang ke meja operasi. Lebih baik mencegah sejak awal.” Mari lebih waspada dalam penggunaan jarum pentul Keselamatan dimulai dari kebiasaan kecil yang benar.